Sekjen REI: Banyak Regulasi yang Menghambat Sektor Properti

Kompas.com - 08/11/2019, 17:28 WIB
Ilustrasi. www.shutterstock.comIlustrasi.

KUPANG, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Real Estat Indonesia (REI) Totok Lusida menyebut, banyak regulasi yang dibuat pemerintah terkait perumahan, membuat investor ragu-ragu berbisnis di Indonesia.

Hal itu disampaikan Totok kepada Kompas.com, ketika ditanyai soal regulasi yang dilakukan selama ini, apakah sudah mencukupi kebutuhan pengembang sebagai penyedia rumah dan konsumen sebagai pembeli.

"Sebetulnya regulasi sudah cukup, tapi tiap hari ditambah itu yang membuat investor yang ingin berbisnis di Indonesia menjadi ragu," ujar Totok di sela-sela kegiatan Musda VIII DPD REI NTT, yang digelar di Hotel Aston Kupang, Kamis (7/11/2019).

Baca juga: Perlu Ada Wakil Menteri PUPR Khusus Bidang Properti

 

"Namun, tiap hari setiap kementerian membuat peraturan menteri, peraturan dirjen. Aturan itu keluar terus," kata Totok.

Totok pun berharap, kementerian yang berkaitan dengan perumahan, bisa segera mengikuti imbauan Jokowi.

Totok juga mengusulkan kepada pemerintah, untuk menambah satu wakil menteri di jajaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

"Memang sudah ada wakil menteri PUPR, tapi fokusnya di bidang infrastruktur. Sehingga perlu ada juga wakil menteri khusus bidang properti," ujar Totok.

Dengan adanya jabatan wakil menteri di bidang properti, tentu akan sangat membantu mengawal pembangunan rumah bagi masyarakat di seluruh Indonesia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X