Kompas.com - 12/09/2019, 14:36 WIB
FOTO DOKUMENTASI. Presiden ketiga RI BJ Habibie melambaikan tangan saat akan menghadiri Sidang Tahunan MPR Tahun 2015 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2015). Sidang Tahunan MPR diselenggarakan dengan agenda penyampaian pidato Presiden Joko Widodo mengenai laporan kinerja lembaga-lembaga negara. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/kye/ama. ANTARA FOTO/Sigid KurniawanFOTO DOKUMENTASI. Presiden ketiga RI BJ Habibie melambaikan tangan saat akan menghadiri Sidang Tahunan MPR Tahun 2015 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2015). Sidang Tahunan MPR diselenggarakan dengan agenda penyampaian pidato Presiden Joko Widodo mengenai laporan kinerja lembaga-lembaga negara. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/kye/ama.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengenang almarhum Presiden ketiga RI BJ Habibie sebagai pribadi yang penuh semangat.

Sebulan sebelum tutup usia, Basuki sempat bertemu dengan Habibie di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat itu, ia tengah menjenguk adiknya yang sedang dirawat akibat penyakit stroke di rumah sakit yang sama. Kebetulan, ruang rawat inapnya bersebelahan dengan tempat Habibie dirawat.

"Waktu itu saya dan Pak Habibie datang. Beliau sedang di kamar kecil, saya masuk ternyata beliau yang nyambangi saya sama istri, kemudian kami ngobrol panjang," kata Basuki kepada Kompas.com, Kamis (12/9/2019).

Baca juga: Jembatan Barelang dan Kenangan Habibie akan Batam

Habibie menilai pemerataan pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintahan saat ini sudah tepat. Konsep membangun dari pinggiran perlu dilakukan agar pembangunan tidak hanya fokus pada wilayah tertentu saja.

"Beliau mendatangi, saya. Beliau bercerita bagaimana ke-Indonesiaanya, bagaimana Indonesia harus begini dan sudah Indonesia sentris kan. Semangatnya beliau untuk membangun Indonesia itu," kata Basuki.

Obrolan pun berlangsung cukup lama. Bahkan saking semangatnya, Habibie harus diingatkan dokter agar kembali beristirahat.

"Itu kalau dokter tidak mencegah mungkin ngobrol terus," ungkap Basuki.

Pada 29 Agustus lalu, Basuki diminta Presiden Joko Widodo terbang ke Dili, Timor Leste, untuk menghadiri peringatan 20 tahun referendum negara tersebut sekaligus peresmian sebuah jembatan yang diberi nama BJ Habibie.

Baca juga: Jembatan di Timor Leste Ini Dinamai BJ Habibie

Semula, ia telah berencana untuk kembali bertemu Habibie sekaligus menjenguknya di rumah sakit. Namun, Basuki mendengar kabar bahwa kondisi Habibie kian menurun dan pengunjung yang boleh bertemu pun dibatasi.

"Saya sudah mau lapor ketika saya lihat di TV kok gak boleh masuk dan (niatnya) saya (mau) tunggu begitu sudah sehat baru saya lapor, tetapi Allah berkata lain," tutupnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.