Jembatan di Timor Leste Ini Dinamai BJ Habibie

Kompas.com - 12/09/2019, 07:00 WIB
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono (berdiri di kiri atas mobil), setelah acara peresmian Jembatan BJ Habibie, bersama Presiden Parlemen Nasional Arao Noe de Jesus, menaiki mobil yang dikemudikan Mantan Presiden Timor Leste Jose Manuel Ramos Horta. KEMENTERIAN PUPRMenteri PUPR, Basuki Hadimuljono (berdiri di kiri atas mobil), setelah acara peresmian Jembatan BJ Habibie, bersama Presiden Parlemen Nasional Arao Noe de Jesus, menaiki mobil yang dikemudikan Mantan Presiden Timor Leste Jose Manuel Ramos Horta.

JAKARTA, KOMPAS.com - Tak hanya di dalam negeri, nama almarhum Presiden ketiga RI BJ Habibie demikian harum di dunia internasional. Tak terkecuali di Timor Leste.

Bahkan, saking harumnya, nama Habibie dijadikan sebagai nama jembatan di negara tersebut.

Jembatan BJ Habibie yang terletak di Desa Bidau Sant'ana, Dili, memiliki panjang 540 meter, lebar 8 meter dan terdiri atas dua jalur.

Dana untuk membangun jembatan ini mencapai 3,9 juta dollar AS atau ekuivalen Rp 54,8 miliar.

Peresmian jembatan ini dilakukan pada 29 Agustus lalu, yang sekaligus bertepatan dengan peringatan 20 tahun referendum Timor Leste.

Baca juga: Dari MRT hingga Trans Papua, Legacy Infrastruktur BJ Habibie

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono ditunjuk Presiden Joko widodo sebagai utusan khusus untuk menghadiri peringatan sekaligus peresmian itu.

"Terkait peresmian jembatan di Dili dengan nama BJ Habibie, ini merupakan kehormatan bagi Pemerintah Indonesia dan khususnya Bapak BJ Habibie,” kata Basuki dalam keterangan tertulis.

Ia menuturkan, Habibie merupakan sosok negarawan yang dicintai oleh rakyat Indonesia dan Timor Leste.
 
Basuki juga menyampaikan pesan dari Presiden Jokowi agar Indonesia dan Timor Leste dapat terus meningkatkan kerja sama ekonomi di kawasan perbatasan, seperti Motaain, Motamasin, dan Wini, terutama pada era sekarang yang semakin ketat.

Sejauh ini, kerja sama kedua negara antara lain berupa pembangunan infrastruktur dan peningkatan kapasitas SDM Timor Leste.

Baca juga: Jembatan Barelang dan Kenangan Habibie akan Batam

Sejumlah pelatihan dilaksanakan oleh Kementerian PUPR dengan Timor Leste. Di antaranya pelatihan rehabilitasi dan rekonstruksi konstruksi jalan, program dan budgeting, dan pelatihan tenaga teknik operasional untuk operator buldozer dan alat-alat berat.

Indonesia dan Timor Leste memiliki sejarah yang dekat dan terus bekerjasama erat bagi kemajuan masa depan kedua negara. Indonesia menjadi mitra pembangunan penting bagi Timor Leste.

Sejak tahun 2010, sejumlah proyek infrastruktur di negara tersebut dibangun melibatkan perusahan konstruksi Indonesia baik BUMN maupun swasta nasional.

Antara lain pembangunan jaringan irigasi Raibere, jembatan Soebada, jalan Tibar-Gleno, Comoro Powerplant, Gedung Perdana Menteri, Bandara Oecusse dan ETO Tower.  

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X