Dari MRT hingga Trans Papua, Legacy Infrastruktur BJ Habibie

Kompas.com - 11/09/2019, 21:00 WIB
FOTO DOKUMENTASI. Menteri Negara Riset dan Teknologi Prof.Dr.Ing B.J. Habibie mengatakan kepada tamunya Menteri Perdagangan dan Industri Finlandia Esko Ollila, pesawat Helikopter dan pesawat CN235 hasil produksi pabrik Industri Pesawat Terbang Nurtanio yang dikerjakan putra-putri Indonesia dalam suatu pertemuan Rabu pagi di Gedung BPP Teknologi Jakarta. dalam pertemuan itu Menteri Ollila dan rombongan disertai Duta Besar Finlandia di Jakarta (26/1/1983). ANTARA FOTOFOTO DOKUMENTASI. Menteri Negara Riset dan Teknologi Prof.Dr.Ing B.J. Habibie mengatakan kepada tamunya Menteri Perdagangan dan Industri Finlandia Esko Ollila, pesawat Helikopter dan pesawat CN235 hasil produksi pabrik Industri Pesawat Terbang Nurtanio yang dikerjakan putra-putri Indonesia dalam suatu pertemuan Rabu pagi di Gedung BPP Teknologi Jakarta. dalam pertemuan itu Menteri Ollila dan rombongan disertai Duta Besar Finlandia di Jakarta (26/1/1983).

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden ketiga RI BJ Habibie meninggal dunia pada usia 83 tahun di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (11/9/2019) petang. 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan keterangan, menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya BJ Habibie. 

"Perkenankan saya atas nama seluruh rakyat Indonesia dan pemerintah menyampaikan duka mendalam. Pak Habibe kita kenal sebagai seorang ilmuwan kelas dunia, Bapak Teknologi Indonesia," kata Kepala Negara. 

Sejumlah gagasan untuk bangsa dan negara telah diberikan BJ Habibie sepanjang hidupnya. Bahkan, jauh sebelum menjabat sebagai Presiden ketiga, Habibie telah memberikan kontribusinya.

Baca juga: BJ Habibie Meninggal Dunia di RSPAD

Salah satu yang paling fenomenal dalam pembangunan proyek infrastruktur yaitu Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta.

Proyek ini pertama kali digagas oleh Habibie ketika menjabat sebagai Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) tahun 1985.

Saat itu, MRT belum dinyatakan sebagai proyek nasional, dan dia tengah mendalami berbagai studi dan penelitian demi menghadirkan transportasi massal berupa proyek MRT. 

Ada empat studi yang dimaksud, yaitu Jakarta Urban Transport Program (1986-1987), Integrated Transport System Improvement by Railway and Feeder Service (1988-1989), Transport Network Planning and Regulation (1989-1992), dan Jakarta Mass Transit System Study (1989-1992).

Keempat studi itu kemudian ditindaklanjuti oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Sutiyoso (1997-2007). Konsep awalnya, MRT akan dibangun dengan konstruksi jalur bawah tanah yang disebut subway

Pada 2005, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan proyek ini sebagai proyek nasional.

Halaman:


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X