Megahnya "Rest Area" KM 260B, Menelusuri Jejak Sejarah Pabrik Gula

Kompas.com - 10/06/2019, 17:21 WIB
Area Drop Off. Rest Area KM 260B Heritage-Banjaratma awalnya merupakan bangunan Pabrik Gula Banjaratma yang didirikan oleh perusahaan perkebunan yang berpusat di Amsterdam, Belanda, NV Cultuurmaatschappij pada 1908. Dok. PT PP Sinergi Banjaratma Area Drop Off. Rest Area KM 260B Heritage-Banjaratma awalnya merupakan bangunan Pabrik Gula Banjaratma yang didirikan oleh perusahaan perkebunan yang berpusat di Amsterdam, Belanda, NV Cultuurmaatschappij pada 1908.

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat melintas di Jalan Tol Trans-Jawa, sempatkan mengunjungi Rest Area KM 260B Heritage-Banjaratma tepatnya di ruas Tol Pejagan-Pemalang, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah untuk melepas penat.

Selain unik, tempat istirahat dan pelayanan (TIP) ini dirancang dengan konsep berbeda dari rest area lain pada umumnya.

Direktur Utama PT PP Sinergi Banjaratma, Rachmat Priyatna mengungkapkan, bangunan ini dulunya merupakan bekas Pabrik Gula Banjaratma yang didirikan oleh perusahaan perkebunan yang berpusat di Amsterdam, Belanda, NV Cultuurmaatschappij pada 1908.

Pemandangan Rest Area KM 260B Heritage-Banjaratma dari udaraDok. PT PP Sinergi Banjaratma Pemandangan Rest Area KM 260B Heritage-Banjaratma dari udara

Pabrik itu berada di Desa Banjaratma atau sekitar 5 kilometer di sebelah barat Kota Brebes dan mulai beroperasi pada 1913.

Rachmat mengatakan, setelah puluhan tahun beroperasi, produksi pabrik mulai menurun dan terpaksa tutup.

"Ini program dari Kementerian BUMN dalam rangka memberdayakan aset-aset BUMN yang tidak produktif. Kebetulan eks Pabrik Gula Banjaratma ini kurang lebih sudah berhenti (beroperasi) selama 20 tahun," ucap Rachmat kepada Kompas.com, Senin (10/6/2019).

Area taman dan tungu Rest Area KM 260B Heritage-BanjaratmaDok. PT PP Sinergi Banjaratma Area taman dan tungu Rest Area KM 260B Heritage-Banjaratma
Rachmat menuturkan, pembangunan rest area melibatkan beberapa konsorsium yang terdiri dari PT Waskita Toll Road, PT Rajawali Nusantara Indonesia, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, PT PP Properti, PT Jasamarga Properti, dan PT Perkebunan Nusantara IX (PTPN).

Kompleks seluas 10,6 hektar ini pun dibangun dengan nilai investasi sebesar Rp 124 miliar. Sedangkan bangunan utama memiliki luas 1,4 hektar.

Secara keseluruhan, kompleks tempat peristirahatan itu dirancang oleh firma D-Associates dan selesai pada Maret 2019.

"Konsepnya berbeda dengan rest area lainnya, tidak hanya menyediakan tempat istirahat atau tempat kuliner dan fasilitas misalnya toilet dan masjid, tapi kami juga ada tempat untuk bersantai," ujar Rachmat.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X