Fred Trump, Otak di Balik Nama Besar Trump

Kompas.com - 28/01/2019, 22:00 WIB
Trump TowerPIXABAY/danielleteychenne Trump Tower

KOMPAS.com - Siapa tak kenal dengan Trump? Nama yang kini melekat pada figur Presiden Amerika Serikat tersebut rupanya telah dikenal luas.

Sebelum sukses seperti saat ini, kepopuleran nama Trump di bidang properti rupanya meroket berkat usaha sang ayah Frederick Trump. Frederick Chris Trump atau Fred beken sebagai pengusaha properti.

Melansir BBC, Fred mengembangkan kerajaan bisnisnya dengan membangun perumahan terjangkau keluarga berpenghasilan rendah selama dan setelah Perang Dunia II. Banyak proyek yang ia buat disubsidi oleh pemerintah.

Fred lahir pada 1905, dan merupakan anak dari imigran Jerman, Frederick Drumpf yang datang ke New York pada 1885.

Mengutip Independent, Drumpft tinggal di New York sebelum kemudian memutuskan untuk pindah ke Seattle dan Yukon Territory.

Di tempat ini ia membuka usaha restoran yang menyediakan menu daging dan mengoperasikan rumah bordil bagi para penambang.

Baca juga: Meski Tak Lulus Sekolah, Conrad Hilton Kuasai Bisnis Hotel Dunia

Drumpft lantas menikahi Elizabeth Christ pada 1902 dan memutuskan untuk kembali ke New York. Di kota ini ia bekerja sebagai penjaga hotel.

Kemudian anaknya, Fred, lahir pada Oktober 1905 dan dibesarkan di Bronx.

Fred memulai bisnisnya pada usia 15 tahun, tepatnya tahun 1920. Awalnya, dia membangun garasi tambahan di rumah-rumah.

Namun pada usia itu dia dianggap terlalu muda untuk menandatangani cek. Fred pun lalu bermitra dengan ibunya dan mendirikan Elizabeth Trump & Son.

Frederick Drumpft dan keluarganya (1915)commons.wikimedia.org Frederick Drumpft dan keluarganya (1915)
Usahanya mulai membuahkan hasil, dua tahun setelah lulus sekolah, Fred berhasil membangun dua buah rumah pertamanya.

Ketika Great Depression melanda, Fred mengambil kesempatan dari untuk mengembangkan bisnisnya pada 1930 hingga 1950-an.

Pada masa-masa ini, Pemerintah AS mencoba untuk meningkatkan industri konstruksi dan perumahan. Fred pun kemudian meminjam dana dari otoritas perumahan federal dan menjalin relasi dengan para anggota Partai Demokrat Brooklyn.

Propertinya dikenal sebagai menara bata yang sederhana namun kokoh, seperti dituliskan di obituari New York Times.

Dia juga merancang apartemen khusus untuk prajurit di Perang Dunia II, tepatnya di Pennsylvania dan Virginia.


Page:

Close Ads X