Ciputra, Atlet PON yang Jadi Taipan Properti Indonesia

Kompas.com - 15/09/2018, 22:44 WIB
Ir Ciputra melakukan gerakan thai chi di halaman belakang rumahnya di Bukit Golf, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Rabu (11/5). 

 *** Local Caption *** Olah raga yang teratur dan menjaga pola makan yang benar menjadi salah satu kunci sukses kesehatan Ir Ciputra.
Editorial Use Only WAWAN H PRABOWOIr Ciputra melakukan gerakan thai chi di halaman belakang rumahnya di Bukit Golf, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Rabu (11/5). *** Local Caption *** Olah raga yang teratur dan menjaga pola makan yang benar menjadi salah satu kunci sukses kesehatan Ir Ciputra. Editorial Use Only

KOMPAS.com - Nama Ciputra tak bisa dipisahkan dari sektor properti Indonesia. Oleh karena itu, pria kelahiran Parigi, 24 Agustus 1931 ini diangap sebagai maestro yang belum ada penggantinya.

Tak hanya telah membidani kelahiran 80 proyek perumahan yang tersebar di seluruh Nusantara, Ciputra tercatat sebagai konglomerat yang memiliki kekayaan puluhan triliun. 

Melansir Forbes, aset dari suami Dian Sumeler ini mencapai 1,4 miliar dollar AS atau setara Rp 20,7 triliun. Forbes bahkan mencantumkan namanya di urutan ke-21 dalam daftar orang terkaya di Indonesia tahun 2017.

Baca juga: Kisah Inspiratif Raja-raja Perhotelan Dunia

Ciputra merupakan bungsu dari empat bersaudara. Dia menghabiskan masa kecilnya di Kampung Pepaya, Parigi, Sulawesi Tengah.

Dalam salah satu artikel Harian Kompas yang terbit 24 November 1985, Ciputra menceritakan masa kecilnya yang harus melakukan berbagai pekerjaan pada usia yang masih belia.

Ir Ciputra, PengusahaWAWAN H PRABOWO Ir Ciputra, Pengusaha
Saat masih 12 tahun, dia harus berkebun dan menjadi kepala rumah tangga sekaligus.

Sang ayah bahkan harus pergi meninggalkan keluarga setelah diseret paksa oleh Jepang. Sejak saat itu, Ciputra tidak pernah bertemu dengan ayahnya lagi.

Meski harus bekerja, namun Ciputra kecil tidak melupakan pendidikan. Selepas menyelesaikan masa SMA, dia kemudian pergi ke Bandung.

Di kota ini Ciputra melanjutkan pendidikan tinggi di Institut Teknologi Bandung, tepatnya di jurusan arsitektur. Dia lulus pada tahun 1960.

Harian Kompas, 19 Januari 1992 menyebutkan, bungsu dari empat bersaudara ini pernah menjadi atlet lari jarak 1.500 meter pada Pekan Olah Raga Nasional (PON) ke-3.

Menurut pria yang kini sudah berusia 87 tahun ini, sifat berlomba inilah yang mengantarkannya menekuni dunia bisnis yang serba kompetitif.

Dia merupakan sosok di balik pendirian PT Pembangunan Jaya pada 1961. Bersama dengan perusahaan ini, dia bermitra dengan Pemda DKI Jakarta.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X