Kompas.com - 06/10/2018, 21:10 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Gempa berkekuatan magnitudo 7,4 yang diikuti gelombang tsunami menghancurkan Kota Palu, Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi di Sulawesi Tengah, dan sebagian wilayah Sulawesi Barat, pada Jumat (28/9/2018).

Bencana alam itu mengakibatkan ratusan korban jiwa dan ribuan korban luka. Selain itu, puluhan ribu bangunan yang terdiri dari rumah, fasilitas umum dan sosial, bangunan komersial, dan infrastruktur mengalami kerusakan parah.

Hingga Rabu (3/10/2018), data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, rumah yang rusak mencapai 2.790 unit.

Mengenai lokasinya, sebanyak 1.747 rumah berada di Perumnas Balaroa, 744 rumah di Petobo.

Selebihnya, di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, BNPB mencatat ada 185 rumah rusak berat, 22 rumah rusak sedang, dan 92 rumah rusak ringan.

“Tidak kurang dari 1.747 rumah di Perumnas Balaroa yang rusak. Lalu di Petobo yang terkena likuifaksi ada 744 rumah," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho kepada Kompas TV, Senin (1/10/2018).

Parahnya kerusakan rumah di Perumnas Balaroa dan Petobo ini ditengarai karena lokasinya dekat dengan sesar Palu Koro. Pergerakan di sesar inilah yang menyebabkan gempa bumi dan tsunami terjadi.

Sesar tersebut merupakan patahan yang membelah Pulau Sulawesi menjadi dua, mulai dari batas perairan Laut Sulawesi dengan Selat Makassar hingga ke Teluk Bone.

Keaktifan pergerakan sesar ini tercatat mencapai 35 sampai 44 milimeter per tahun.

Kondisi Masjid Arkham Babu Rahman atau Masjid Terapung di Pantai Talise, Palu, Sulawesi Tengah, pasca-gempa dan tsunami.SKADRON 5 LANUD HASANUDDIN Kondisi Masjid Arkham Babu Rahman atau Masjid Terapung di Pantai Talise, Palu, Sulawesi Tengah, pasca-gempa dan tsunami.

Di samping perumahan, sejumlah bangunan yang menjadi ikon Kota Palu juga ikut rusak berantakan. Salah satunya yaitu Masjid Arkham Babu Rahman atau Masjid Terapung yang berada di sekitar Pantai Talise.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.