2019, Ciputra Memulai Proyek Garuda Raksasa di Lahan Reklamasi

Kompas.com - 19/09/2017, 15:28 WIB
Master plan CitraLand City Losari, Makassar, Sulawesi Selatan. dokumentasi Ciputra SuryaMaster plan CitraLand City Losari, Makassar, Sulawesi Selatan.
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KompasProperti -  Ciputra Group menargetkan dapat memulai pembangunan perumahan CitraLand City Losari, Makassar, Sulawesi Selatan, pada 2019 mendatang.

Proyek dengan rancangan induk (master plan) yang mengadopsi simbol Garuda Raksasa ini berdiri di atas lahan reklamasi 157,23 hektar. Seluas 50 hektar di antaranya akan diserahkan kepada Pemerintah Provinsi (pemprov) Sulawesi Selatan.

Baca: Ini Tahapan Pembangunan Garuda Raksasa yang Digarap Ciputra

Direktur Ciputra Group Harun Hajadi mengungkapkan hal tersebut dalam perbincangan dengan KompasProperti, di DBS Tower, Jakarta, Selasa (19/9/2017). 

Menurut Harun, saat ini pembangunan lahan reklamasi CitraLand City Losari sudah mencapai 80 persen. Targetnya, November 2017 sudah harus selesai.

"Dengan masa settlement satu tahun, kami pastikan pembangunan properti di atasnya bisa dimulai pada 2019 mendatang," kata Harun.

Untuk membangun lahan reklamasi, Ciputra Group menggandeng Boskalis International dengan nilai kontrak keseluruhan Rp 3,5 triliun. Perusahaan serupa juga menangani pekerjaan reklamasi Pluit City milik PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN).

Baca: Ada Belanda di Balik Proyek Reklamasi Pluit City dan CPI

Harun optimistis, target pekerjaan reklamasi yang membutuhkan 9 juta meter kubik pasir, dapat terealisasi. Hal ini mengingat Boskalis bekerja mengangkut pasir 100.000 meter kubik per hari.

Master plan CitraLand City Losari, Makassar, Sulawesi Selatan.dokumentasi Ciputra Surya Master plan CitraLand City Losari, Makassar, Sulawesi Selatan.
"Kami sudah bayar mereka Rp 1 triliun," sebut Harun seraya menambahkan, dari penjualan CitraLand City Losari ini, Ciputra Group mengantongi Rp 1,5 triliun. 

CitraLand City Losari sendiri merupakan usaha patungan atau joint operation (JO) antara Ciputra Group dan PT Yasmin Bumi Asri.

Proyek ini digadang-gadang sebagai kawasan pertumbuhan baru untuk menstimulasi, dan mempercepat peningkatan perekonomian, pembangunan kawasan, dan juga mendekonsentrasi pusat bisnis dan keuangan ke Kawasan Timur Indonesia.

Baca: Ciputra, di Antara Megaproyek Reklamasi, Warisan Karya, dan Putera Mahkota

Simbol burung Garuda raksasa dalam rancangan induk (master plan) diadopsi sebagai representasi kesiapan Makassar untuk tinggal landas sebagai hub bisnis, industri, dan jasa dengan segala potensi yang dimilikinya, sehingga menjadi kekuatan kedua setelah ibu kota, Jakarta di barat Indonesia.

Master plan CitraLand City Losari, Makassar, Sulawesi Selatan.dokumentasi Ciputra Surya Master plan CitraLand City Losari, Makassar, Sulawesi Selatan.
Menurut Harun, simbol burung Garuda merupakan ide kreatif Danny Pomanto selama masih menjalani profesi sebagai arsitek, dan sebelum menjadi Wali Kota Makassar. Rancangan induk tersebut kemudian direvisi, serta disesuaikan dengan batasan teknis, dan dinamika pasar.

"Batasan teknis itu terkait hasil wave study, dan bathymetric study," jelas Harun.

Setelah mengalami penyesuaian dan penyempurnaan yang memakan waktu panjang, kata Harun, didapatlah rancangan induk seperti burung Garuda tersebut.

Harun menambahkan, penyempurnaan rancangan induk dilakukan oleh arsitek dan perancang profesional asal Singapura. Dalam hal ini, Ciputra Group menunjuk DP Architects sebagai arsitek sekaligus pembuat rancangan induk CitraLand City Losari.

Harun menghitung, estimasi gross development value (GDV) CPI senilai Rp 30 triliun.

 

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X