Ada Belanda di Balik Proyek Reklamasi Pluit City dan CPI

Kompas.com - 08/04/2016, 12:10 WIB
Rancangan Induk Center Point of Indonesia, Makassar, Sulawesi Selatan. dokumentasi JO Ciputra YasminRancangan Induk Center Point of Indonesia, Makassar, Sulawesi Selatan.
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com — Di tengah hiruk-pikuk dan sengitnya kontroversi reklamasi di Pantai Utara Jakarta, Teluk Benoa Bali, dan Pantai Losari Makassar, ternyata ada pihak yang diam-diam menangguk untung. 

Siapa dia? Dialah Boskalis International, perusahaan asal Belanda. Ini bukanlah sembarang nama, melainkan kontraktor reklamasi terbesar abad ini dengan rekam jejak proyek-proyek ikonis.

Sejak didirikan pada 1910, Boskalis tercatat telah mengerjakan proyek-proyek infrastruktur dan reklamasi skala masif di seluruh dunia.

Sebut saja reklamasi berupa pulau dan laguna buatan di Spanyol, Brasil, Inggris, Korea Selatan, Maladewa, dan Panama. 

Ekspansi Terusan Suez di Mesir yang membutuhkan jutaan meter kubik pasir juga dikerjakan oleh Boskalis International pada 2014-2015 lalu.

KOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYA Reklamasi Pulau G di Teluk Jakarta, Jakarta Utara.
Sekarang, jasanya digunakan oleh PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) melalui PT Muara Wisesa Samudera sebagai pemegang izin pelaksanaan reklamasi Pulau G, serta KSO Ciputra Yasmin bentukan Ciputra Group dan PT Yasmin Bumi Asri. 

"We are very happy. Kami senang telah ditunjuk sebagai kontraktor reklamasi proyek-proyek di Indonesia. Ini proyek-proyek besar. Center Point of Indonesia dan Pluit City. Senang bisa bekerja sama dengan pengembang-pengembang besar," ujar Board Management Boskalis International Indonesia, Theodorus Baartmans.

Untuk proyek pulau artifisial milik APLN, Boskalis International menggandeng rekan sejenis yang juga asal Belanda, yakni Van Oord.

Keduanya meraup nilai kontrak sebesar Rp 4,9 triliun untuk tugas merancang dan membangun pulau buatan Pluit City dengan target penyelesaian reklamasi pada 2018.

Pembangunan pulau baru ini mencakup 161 hektar lahan yang terbagi dalam lima tahap pembangunan. Tahap pertama membutuhkan lebih dari 20 juta meter kubik pasir yang dikeruk.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X