Iwan Risdianto: Konsultan Properti Itu Ibarat Koki...

Kompas.com - 31/07/2017, 15:58 WIB
Iwan Risdianto, Vice President Coldwell Banker Property Connections. Dok Coldwell BankerIwan Risdianto, Vice President Coldwell Banker Property Connections.
Penulis Latief
|
EditorLatief

"Pada 2005 saya pertama kali ditugaskan untuk jualan proyek highrise building di Kelapa Gading, yaitu Paladian Park Apartment," tutur penggemar wisata kuliner ini.

Sepanjang 2005 sampai 2014, Iwan menuturkan, dia menekuni karir sebagai sebagai staf marketing. Puncak karirnya adalah memegang jabatan marketing manager.

Saat itulah, pada 2014, Iwan ditugaskan sebagai marketing manager di Proyek Rusunami Gunung Putri Square, Gunung Putri, Bogor.

"Ini proyek PT PP Properti yang banyak diminati konsumen di kota penyangga Jakarta," tutur Iwan.

Umumnya, orang "betah" berkarir di perusahaan pelat merah. Namun, Iwan mengaku tidak demikian. Dia tidak suka comfort zone.

Pada 2015, merasa puas setelah hampir 15 tahun berkarir di perusahaan properti pelat merah itu, Iwan memutuskan hijrah ke perusahaan swasta. Masih dengan jabatan sama, yakni marketing manager, dia ditugaskan untuk menggarap proyek apartemen Student Castle, di Seturan, Sleman, Provinsi DI Yogyakarta.

Selepas itu, karirnya pelan-pelan membubung. Sampai akhirnya, Iwan memegang kursi Senior Marketing Manager di proyek apartemen di daerah Bekasi.

"Baru pada awal 2017 ini saya bergabung di Coldwell Banker Property Connections yang bergerak di bidang konsultan properti," ucapnya.

Menurut dia, tak gampang bisa survive di bisnis konsultan properti. Kunci suksesnya bukan sekadar jago jualan, lanjut dia, tapi harus bekerja dengan hati.

"Konsultan itu tak ubahnya seperti pemilik properti, karena si pemilik perusahaan sudah mempercayakan sepenuhnya kepada sang konsultan. Di sinilah konsultan harus dapat membuat produk yang dipercayakan kepada dirinya agar memincut konsumen membeli produk yang ditawarkan," kata Iwan.

Bekerja dengan hati, lanjut Iwan, dimulai sejak konsep, desain, harga, marketing, dan penjualan menjadi satu kesatuan yang utuh. Semua dikemas secara bagus sehingga produk yang dihasilkan menjadi pilihan utama konsumen.

"Konsultan menjadi penguat brand di pasar. Ibarat koki, konsultan properti bertugas mengolah sejak konsep sampai barang tersebut bukan hanya bagus secara mutu, tetapi juga punya daya tarik yang kuat bagi konsumen untuk memilikinya," ucapnya.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X