Ini Petuah Jepang agar Properti Anda Laku - Kompas.com

Ini Petuah Jepang agar Properti Anda Laku

Dani Prabowo
Kompas.com - 12/07/2017, 20:00 WIB
(Dari kiri-kanan) Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii, Group CEO Sinarmas Land Michael Widjaja, Vice Chairman of Tokyu Land Corporation Histoshi Uemura dan Head of ASEAN Real Estate Dept. of Mitsubishi Corporation Hidetoshi Suzuki saat topping off BRANZ BSD di BSD City, Selasa (12/7/2017).KOMPAS.com / DANI PRABOWO (Dari kiri-kanan) Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii, Group CEO Sinarmas Land Michael Widjaja, Vice Chairman of Tokyu Land Corporation Histoshi Uemura dan Head of ASEAN Real Estate Dept. of Mitsubishi Corporation Hidetoshi Suzuki saat topping off BRANZ BSD di BSD City, Selasa (12/7/2017).

TANGERANG, KompasProperti - Kendati kondisi pasar properti pada kuartal kedua 2017 masih lesu, hal tersebut tak boleh mempengaruhi pengembang dalam merampungkan proyek yang mereka garap.

Pengembang harus tetap menjaga kepercayaan konsumen, sebagai langkah antisipasi bila kondisi membaik.

Merujuk data Colliers International Indonesia, pertumbuhan rata-rata penjualan untuk sektor apartemen di Jakarta, belum menunjukkan angka yang signifikan.

Kenaikan take up rate pada kuartal II-2017 hanya 84,86 persen atau turun 1,04 persen bila dibandingkan kuartal sebelumnya. Sementara, bila dibandingkan dengan pertumbuhan tahun lalu pada kuartal yang sama, terjadi penurunan 1,05 persen.

Menurut Direktur PT Tokyu Land Indonesia Tai Horikawa, lesunya sektor properti di Indonesia sudah terjadi sejak 2015-2016 lalu.

"Tokyu Land sendiri pun juga terkena dampak tersebut, namun berkat kepercayaan konsumen, penjualan masih tetap berjalan lancar," kata Horikawa usai kegiatan tutup atap BRANZ BSD di BSD City, Tangerang, Selasa (12/7/2017).

Dia mengatakan, untuk dapat menumbuhkan sektor properti, maka pengembang berkewajiban menjaga kepercayaan konsumen. Dalam hal ini, menjaga agar pengerjaan proyek selesai tepat waktu.

Sejauh ini, ada dua proyek yang tengah dikerjakan Tokyu Land Indonesia. Pertama, BRANZ BSD yang telah dimulai pengerjaannya sejak 2015 dan ditargetkan rampung awal 2018.

Proyek kondominium yang dibangun di atas lahan seluas 5,3 hektar itu rencananya sebanyak 3.000 unit yang terdiri atas dua kamar tidur dan tiga kamar tidur.

Drop off area, apartemen Branz SimatupangTokyu Land Drop off area, apartemen Branz Simatupang

Sedangkan, proyek kedua yaitu BRANZ Simatupang yang berada di wilayah Jakarta Selatan. Tutup atap proyek yang dirancang sebanyak dua menara dengan 381 unit ini, ditargetkan paling lambat akhir 2018.

"Lancarnya pembangunan tersebut, menumbuhkan rasa kepercayaan kepada kami," kata dia.

Selain kepastian waktu penyelesaian, pengembang juga harus dapat memastikan bahwa kualitas produk yang dihasilkan maksimal.

Untuk menjaga kualitas produk mereka, pengembang asal negara matahari terbit itu menggunakan teknologi Jepang dalam membangun kedua apartemen itu.

Horikawa menilai, masyarakat Indonesia dewasa ini mulai memberikan perhatian lebih terhadap peningkatan kualitas hidup.

Karena itu, mengimplementasikan teknologi berkualitas di sektor properti juga dapat menumbuhkan kepercayaan konsumen.

PenulisDani Prabowo
EditorHilda B Alexander
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM