Kawasan Kumuh Matraman, Pulogadung dan Cakung akan Ditertibkan

Kompas.com - 26/05/2016, 14:00 WIB
Dian Ardiahanni/Kompas.com Alat berat dioperasikan untuk membongkar bangunan yang ada di Jalan Kampung Melayu Kecil 1, Bukit Duri, Jakarta Selatan pada Selasa (12/1/2016)

JAKARTA, KOMPAS.com - Perkampungan kumuh di Provinsi DKI Jakarta, termasuk Jakarta Timur (Jaktim) terhitung masih banyak.

Menurut Wali Kota Administrasi Jaktim Bambang Musyawardana, penataan kawasan kumuh ini akan terus dilakukan sesuai program 5T atau 5 Tertib.

Program ini dimaksudkan untuk menertibkan lima poin yaitu tertib hunian, tertib sampah, tertib kaki lima, tertib demo, dan tertib lalu lintas. Tiga yang utama adalah tertib hunian, sampah, dan kaki lima.

"Kita masih difokuskan Program 5T. Untuk yang hunian, kita diperintahkan, mulai dari wali kota, camat, dan lurah, harus menertibkan hunian di bantaran kali atau yang melanggar," ujar Bambang kepada Kompas.com, di Mall@Bassura, Jakarta, Kamis (26/5/2016).

Saat ini, kata Bambang, perkampungan kumuh di Jaktim antara lain terdapat di Matraman, Pulogadung, dan Cakung. Untuk penataannya, dilakukan saat rumah susun sudah banyak tersedia.

Berdasarkan kebijakan Gubernur DKI Jakarta, warga yang terkena gusur dan terbukti memiliki lahan akan diganti dengan unit rusun yang lebih luas.

Ia mencontohkan, jika ada warga di perkampungan kumuh yang memiliki lahan atau rumah seluas 50 meter persegi dan terkena gusuran nantinya akan diganti dengan unit rusun seluas 70 meter persegi.

Sementara untuk penambahan rusun baru, Bambang menargetkan sebanyak 20.000 unit tahun ini. Sedangkan tahun depan, jumlahnya mencapai 50.000 unit.



EditorHilda B Alexander

Close Ads X