Yogyakarta, Bandung, dan Denpasar Jadi Kota Paling Islami - Kompas.com

Yogyakarta, Bandung, dan Denpasar Jadi Kota Paling Islami

Kompas.com - 17/05/2016, 16:30 WIB
KOMPAS/YULVIANUS HARJONO Taman Lansia di Bandung

JAKARTA, KOMPAS.com — Hasil penelitian Maaruf Institute menunjukkan, ada tiga kota yang dinilai paling memenuhi kriteria sebagai kota islami. Ketiga kota ini yaitu Yogyakarta, Bandung, dan Denpasar.

Ketiga kota ini memiliki nilai Indeks Kota Islami (IKI) yang sama, yakni 80,64 dari skala penilaian 100.

"Temuan kami cukup menarik. Tiga kota ini tertinggi skornya, tidak berarti yang ini islami dan yang lain tidak islami," ujar Direktur Riset Maarif Insititute Ahmad Imam Mujadid Rais saat pemaparan hasil IKI di Hotel Alia, Jakarta, Selasa (17/5/2016).

Untuk kota yang menerapkan perda syariah, Mataram memiliki nilai indeks tertinggi, yaitu 70,71.

Sementara tiga kota yang memiliki skor IKI terendah adalah Kupang, Padang, dan Makassar. Masing-masing secara berurutan nilainya 59,39; 58,37; dan 51,28.

Ia melanjutkan, penilaian ini sangat bergantung pada proses yang progresif atau pembangunan terus berjalan. Kalaupun skornya tinggi, itu memperlihatkan pencapaian pada pengambilan data tahun 2014.

Data yang diambil pada 2014 ini merupakan data obyektif berupa data sekunder. Data tersebut terdiri dari beberapa dokumen resmi dan terpublikasi dari berbagai instansi terkait.

Ahmad mengaku, pengambilan data sekunder ini cukup sulit mengingat publikasi dokumen di daerah memakan waktu lama. Data-data dari 2014 banyak yang baru dipublikasi pada 2015.

Sementara data persepsi atau subyektif diperoleh melalui wawancara tatap muka dengan narasumber. Pemilihan narasumber ini dilakukan melalui kriteria ketat sesuai dengan keahlian maupun informasi luas terkait indikator yang diukur.

Wawancara menggunakan kuesioner yang disusun secara terstruktur dan dilakukan dalam rentang waktu 8 Januari-31 Maret 2016.

Maarif Institute menyusun definisi kerja kota islami yaitu kota yang aman, sejahtera, dan bahagia. Masing-masing variabel ini dibagi beberapa indikator.

Variabel aman memiliki indikator kebebasan beragama dan keyakinan, perlindungan hukum, kepemimpinan, pemenuhan hak politik perempuan, serta hak anak dan difabel.

Sementara indikator variabel sejahtera adalah tingkat pendidikan, pekerjaan, pendapatan, dan kesehatan.

Terakhir, indikator variabel bahagia yakni berbagi dan kesetiakawanan serta harmoni dengan alam.

Ada 29 kota yang dijadikan fokus penelitian, yaitu Banda Aceh, Padang, Padang Panjang, Jambi, Bengkulu, Palembang, Metro, Pangkal Pinang, Batam, Tasikmalaya, Surakarta, Salatiga, dan Semarang.

Kemudian Yogyakarta, Malang, Tangerang, Serang, Mataram, Kupang, Pontianak, Banjarmasin, Manado, Palu, Makassar, Ambon, Jayapura, Bandung, Surabaya, dan Denpasar.


EditorHilda B Alexander

Close Ads X