Kompas.com - 04/08/2015, 13:04 WIB
Ilustrasi jembatan SHUTTERSTOCKIlustrasi jembatan
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com - Kalimantan Selatan berencana membangun jembatan terpanjang di Indonesia yang menghubungkan Pulau Kalimantan, dan Pulau Laut di Kabupaten Kota Baru sepanjang 5.880 meter. Jembatan ini juga rencananya akan dijadikan sebagai tengara Provinsi Kalimantan Selatan.

Rencana ini mengemuka saat Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menerima kunjungan kerja Gubernur Kalimantan Selatan Rudi Arifin yang didampingi Ketua DPRD Kalimantan Selatan Noormiliyani, dan Ketua Bappeda Kabupaten Kota Baru Anshar Nur, dan Ketua Bappeda Tanah Bumbu Mahyuni, di Jakarta, Senin (3/8/2015).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari langkah-langkah percepatan pengembangan kawasan potensial di bagian Selatan dari Provinsi Kalimantan Selatan. Basuki menyatakan jembatan penghubung ini merupakan amanat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015-2019. 

"Jembatan penghubung juga merupakan bagian dalam kerangka pengembangan kawasan strategis, khususnya pengembangan Kawasan Industri Batu Licin dan Kawasan Industri Jorong di Kalimantan Selatan, dan pengembangan potensi ekonomi lokal masyarakat di bagian selatan Pulau Kalimantan," tutur Basuki.

Rudi menambahkan, dalam rancangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, jembatan penghubung Pulau Kalimantan-Pulau Laut telah dianalisa dari aspek pengembangan kewilayahan, aspek aspirasi lokal daerah, aspek sistem jaringan, aspek teknis, dan pembiayaan.

Dari keempat aspek tersebut, terdapat tiga alternatif lokasi jembatan, yakni alternatif 1 Tarjun sepanjang sekitar 6.200 meter, alternatif 2 di Pulau Suwangi sekitar 8.320 meter dan alternatif Tanjung Serdang sepanjang sekitar 5.880 meter. 

Jenis jembatan yang akan dibangun adalah cable stayed bridge dan external prestressed box girder dan pile slab. Jumlah dana diestimasikan senilai Rp 3,6 triliun dengan skema pembiayaan patungan Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Pemerintah Kabupaten Kota Baru dan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu.

Akses perbatasan

Dalam perspektif pembangunan Kalimantan Selatan, Basuki menjelaskan rencana pembangunan jembatan penghubung Pulau Kalimantan-Pulau Laut ini harus mengedepankan dua aspek penting.

Aspek pertama, kerangka pengembangan kawasan di bagian selatan Pulau Kalimantan, terutama di kawasan Batulicin dan Kota Baru, serta kawasan lainnya di daratan selatan Kalimantan. Infrastruktur jembatan diharapkan tak hanya dapat menggerakkan ekonomi wilayah, namun juga dalam konteks Kotabaru sebagai hub transportasi di Indonesia bagian Tengah dan Timur ke arah Sulawesi dan kepulauan Timur.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.