Resmi, Megaproyek "Center Point of Indonesia" Jatuh ke Tangan Ciputra

Kompas.com - 15/05/2015, 07:39 WIB
Rancangan Induk Center Point of Indonesia, Makassar, Sulawesi Selatan. dokumentasi JO Ciputra YasminRancangan Induk Center Point of Indonesia, Makassar, Sulawesi Selatan.
|
EditorHilda B Alexander

Untuk kegiatan reklamasi dari arah laut atau biasa disebut offshore reclamation, sedang dilaksanakan proses tender yang diikuti oleh enam perusahaan reklamasi terbaik di dunia, masing-masing dua perusahaan dari Belanda, yaitu Van Oord dan Boskalis International, dua perusahaan dari Belgia, yaitu Jan De Nul dan Dredging International, dua perusahaan dari Tiongkok, yakni China Harbour dan Hai Yin, serta satu perusahaan dalam negeri dengan reputasi internasional, yaitu PT Pembangunan Perumahan, yang saat ini merupakan kontraktor utama proyek pembangunan Terminal Peti Kemas Kali Baru Tanjung Priok di Jakarta.

"Kami juga menggunakan jasa sekaligus dua konsultan reklamasi bertaraf internasional, yaitu Witteveen+Bos dan Royal Haskoning DHV, dari negeri Belanda," kata Sinyo.


Rp 3,5 triliun

Sebelumnya, Direktur Utama PT Ciputra Surya Tbk, Harun Hajadi, mengungkapkan, dana yang dianggarkan untuk pekerjaan reklamasi sekitar Rp 3,5 triliun.

Tahun pertama pengembangan, jelas Harun, berupa perluasan lahan, akan menelan dana sekitar Rp 1 triliun.

"Perluasan lahan ini kami targetkan rampung pada 2017 mendatang," ujarnya.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X