Kompas.com - 14/07/2014, 12:54 WIB
Bandara Internasional Lombok, di Nusa Tenggara Barat. KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANABandara Internasional Lombok, di Nusa Tenggara Barat.
|
EditorHilda B Alexander
LOMBOK, KOMPAS.com - Sejumlah pengembang nasional mulai mengincar Lombok, Nusa Tenggara Barat, sebagai wilayah ekspansi bisnsi properti. Sebut saja Bliss Group, Relife Realty, dan Sahid Group. 

Bliss Group, tengah menggarap Lombok City Center. Proyek multifungsi senilai Rp 1 triliun ini mencakup pusat belanja terbesar di Nusa Tenggara Barat, hotel bintang tiga sebanyak 200 kamar, convention center dengan kapasitas 5.000 orang, rumah sakit dengan 150 tempat tidur, perumahan, ruko, dan rukan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Relife Realty tak mau kalah. Mereka punya tiga proyek sekaligus, yakni Pearl Garden Mataram di Jl Swakarsa, Kekalik Jaya, Ampenan. Perumahan kelas menengah seluas 2 ha (150 unit) ini kini pengembangannya sudah selesai.

Kemudian di kawasan Senggigi tanggal 10 Desember 2013 baru saja melakukan soft launching pengoperasian Svarga Resort, hotel bitang lima berkonsep villa yang dibangun di atas lahan 7,000 m2, serta Greenland Senggigi Villa seluas 8 ha yang dikembangkan dengan konsep resor dan akan dioperasikan sebagai services residential.


Dinamis

Lombok dibidik karena punya potensi besar. Menurut Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Barat, kondisi ekonomi pada triwulan I 2014 mengalami peningkatan pertumbuhan.

Peningkatan terlihat dari indeks tendensi konsumen (ITK) NTB sebesar 111,57, lebih tinggi jika dibandingkan pencapaian triwulan IV tahun 2013 sebesar 107,86. ITK NTB sebesar 111,57 saat ini berada di atas ITK nasional sebesar 110,03, namun berada di bawah ITK Provinsi Bali sebesar 114,98.

Membaiknya kondisi ekonomi konsumen utamanya didorong oleh pendapatan rumah tangga yang melonjak sebesar 106,54 dan rendahnya pengaruh inflasi terhadap konsumsi makanan yang ditunjukkan dengan nilai indeks 114,63.

Pencapaian ITK NTB diperkirakan melesat pada triwulan kedua tahun 2014 sebesar 112,37 berada sedikit di bawah perkiraan ITK nasional sebesar 112,39. Ini artinya tingkat optimisme konsumen diperkirakan lebih tinggi ketimbang tiga bulan pertama tahun 2014.

Besarnya potensi Lombok, diakui Associate Director Ciputra Group, Johan Giam. Menurut dia, sekarang, kota-kota di luar Pulau Jawa pada umumnya sangat potensial.

"Saat ini kami memang belum memiliki proyek (perumahan). Ada penawaran? Kalau ada, kami pasti masuk Lombok," ujarnya kepada Kompas.com, Senin (14/7/2014).

Sementara itu, Managing Director C9 Hotelworks, Bill Barnett, menandaskan, Lombok punya keunikan tersendiri dengan profil penyewa properti, terutama penginapan, berasal dari Australia dan negara-negara asing lainnya.

"Dalam satu dekade ke depan, siklus properti di Lombok akan mencapai keseimbangan di mana kebutuhan menguat dan pasokan tersedia memadai. Lombok akan menjadi salah satu destinasi paling dinamis di Asia," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.