Tak Hanya Pondok Pesantren, Rumah Susun Keuskupan Pun Dibangun Jokowi

Kompas.com - 05/05/2021, 15:00 WIB
Kementerian PUPR Mulai Pembangunan Rusun Keuskupan Larantuka di NTT Senilai Rp20,72 Miliar PUPRKementerian PUPR Mulai Pembangunan Rusun Keuskupan Larantuka di NTT Senilai Rp20,72 Miliar

JAKARTA, KOMPAS.com - Tak hanya di pondok-pondok pesanten, rumah susun juga dibangun di keuskupan oleh Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

Melalui Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan rakyat (PUPR), pembangunan rusun Keuskupan Larantuka di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah dimulai.

Pelaksanaannya mengacu pada skema Single Years Contract (SYC) Tahun 2021 yakni satu tower setinggi tiga lantai terdiri dari 44 unit tipe 36 dengan total anggaran senilai Rp 20,72 miliar.

“Pembangunan Rusun yang dilaksanakan Kementerian PUPR dilaksanakan secara merata untuk semua kalangan. Tak hanya untuk para santri di pondok pesantren, juga untuk keuskupan sehingga hasil pembangunan pemerintah bisa dirasakan oleh semua pihak,” kata Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid, Rabu (05/05/2021).

Baca juga: Siasati Keterbatasan Lahan Pondok Pesantren, Kementerian PUPR Bangun Rusunawa

Menurut Khalawi, pembangunan Rusun Keuskupan Larantuka ini merupakan salah satu wujud dukungan Kementerian PUPR untuk para Romo dalam perannya membentuk generasi baru bangsa. Adapun penerima manfaat yakni para Imam Projo Yang Berkarya di Keuskupan Larantuka.

Sebagai informasi, Balai P2P NT II pada tanggal 15 Maret 2021 telah menandatandangani kontrak dengan PT Bumi Permata Kendari sebagai Kontraktor Pelaksana pembangunan Rusun senilai Rp 18,5 miliar dan PT Buana Rekayasa Adhigana sebagai Managemen Konstruksi senilai Rp 1,052 miliar.

Selain itu juga dilaksanakan penandatanganan kontrak meubelair Rusun UNIO atau Paguyuban Para Romo Projo bersama CV Melati pada 21 April 2021 senilai Rp 1,179 miliar.

UNIO adalah paguyuban untuk para imam projo yang berkarya di Keuskupan Larantuka.

Paguyuban itu dimaksudKan untuk menjalin persaudaraan dan bertumbuh-kembang bersama melalui aneka program penguatan kapasitas untuk mencapai “kematangan” dalam 7 aspek yakni insani/kepribadian, rohani atau spiritual, moral, intelektual, pastoral, kepemimpinan dan administrasi.

Baca juga: Bangun 6.000 MCK di Seluruh Pondok Pesantren, Pemerintah Siapkan Rp 1,2 Triliun

Ada Pedoman Rumah Tangga Unio yang jadi acuannya. Sejak lama UNIO Imam Projo Keuskupan Larantuka mengharapkan dan merencanakan pembanguman Rumah Bersama untuk tujuan akomodasi transit bagi para romo, rumah istirahat bagi romo Sepuh/jompo, rumah pentemuan dan pembelajaran bersama.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X