Gubernur NTT: Konstruksi Bangunan Harus Tahan Gempa dan Bencana

Kompas.com - 14/04/2021, 10:35 WIB
Sebanyak 126.459 rumah warga dan fasilitas umum di Nusa Tenggara Timur (NTT), rusak akibat Badai Seroja, banjir dan tanah longsor. Sigiranus Marutho Bere/Kompas.comSebanyak 126.459 rumah warga dan fasilitas umum di Nusa Tenggara Timur (NTT), rusak akibat Badai Seroja, banjir dan tanah longsor.

KUPANG, KOMPAS.com - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat  mengatakan, badai siklon Seroja yang menerjang wilayah NTT bukan baru kali ini terjadi.

Menurut Viktor, sudah dua kali badai besar yang menerjang NTT. Pertama kali terjadi pada tahun 1973 di Kabupaten Sikka.

"Badai saat itu memakan korban yang cukup banyak," kata Viktor, saat mengunjungi Kecamatan Haumehara, Kabupaten Sabu Raijua, Selasa (13/4/2021).

Kemudian, badai yang kedua terjadi pada pekan lalu yang memakan korban puluhan orang.

Tentunya momentum seperti ini harus diperhatikan, agar konstruksi bangunan dibuat tahan gempa dan bencana.

Baca juga: 126.459 Rumah Warga dan Fasilitas Umum di NTT Rusak Akibat Bencana

"Sehingga ketika terjadi bencana, kita siap dan tidak terkena masalah serius sebagaimana yang terjadi di negara maju," ujar Viktor.

Saat ini, semua pihak boleh memperbaiki bangunan yang rusak. Tapi ke depan, harus ada standar desain bangunannya.

Sebagai manusia berakal, beriman dan berpengetahuan, tentunya diberikan kemampuan untuk menganalisa dalam menempatkan kebijakan untuk menyelamatkan rakyat.

Viktor berharap, masyarakat tetap optimistis dalam menghadapi bencana Badai Seroja.

Implementasi program pemerintah yang sesuai dengan potensi wilayah tetap harus dilaksanakan.

"Berkaitan dengan pembangunan, khususnya Pertanian, bulan ini masih ada air, segera kita tanam lagi. Siapkan timnya di Dinas Pertanian, kemudian rumput laut kita siapkan benihnya sehingga 45 hari ke depan kita bisa panen," kata Viktor.

Hal ini menyusul penanganan bencana yang didukung Pemerintah Pusat. Ada bantuan helikopter dan pesawat Caravan BNPB yang dapat digunakan hingga tgl 4 Mei 2021.

Selain distribusi logistik, dapat juga digunakan untuk distribusi benih jagung, padi, rumput laut, pupuk dan kebutuhan lainnya dan direncanakan dengan baik.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X