Kurangi Emisi Karbon, Signify Manfaatkan Luminer Cetak 3D

Kompas.com - 19/02/2021, 13:42 WIB
Teknologi cetak 3D pada lampu produksi Signify. Dok. Signify Teknologi cetak 3D pada lampu produksi Signify.

JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan lampu Signify memanfaatkan teknologi luminer cetak 3D sebagai inovasi dalam produksi bidang pencahayan.

Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk menekan emisi karbon kaca sekaligus berkontribusi dalam mencipatakan kelangsungan hidup berkelanjutan.

Country Leader Signify Indonesia Rami Hajjar mengatakan, penggunaan energi menyumbang 60 persen dari emisi karbon dan perusahaan dunia diminta untuk mengurangi hal ini.

"Banyak perusahaan kini berkomitmen terhadap ekonomi sirkular dan luminer cetak 3D adalah cara kami untuk berkontribusi mengurangi jejak karbon, tidak hanya milik kami saja tetapi bersama para pelanggan juga," ucap Rami dikutip dari siaran pers, Jumat (19/2/2021).

Signify diklaim sebagai produsen pencahayaan besar pertama yang memproduksi luminer cetak 3D dalam skala industri.

Rami mengatakan, perusahaan telah menyempurnakan cara produksi jadi lebih fleksibel dan berkelanjutan yaitu menggunakan bahan baku polikarbonat yang bisa didaur ulang 100 persen.

Baca juga: Signify Rilis 5 Produk Disinfeksi UV-C

Umumnya, produksi luminer cetak 3D memiliki jejak karbon 47 persen lebih rendah dibandingkan luminer logam yang diproduksi secara konvensional.

Dengan pencetakan 3D luminer, Signify dapat untuk menggunakan kembali seluruh bahan baku untuk menghasilkan sedikit limbah dan menciptakan siklus hidup produk yang sepenuhnya ramah lingkungan. 

"Layanan ini menghemat waktu, energi, limbah produksi, pengemasan dan transportasi," lanjut Rami.

Dengan menjaga produksi tetap dekat dengan area perkotaan, perusahaan dapat mengurangi lebih banyak lagi jejak karbon.

Bahan yang digunakan untuk luminer cetak 3D adalah dua pertiga dari berat luminer konvensional.

Ini artinya, menghemat 35 persen emisi karbon saat pengiriman dan lebih sedikit bahan bakar yang digunakan selama pengangkutan.

Karena bobot polikarbonat ringan, jadi lebih sedikit energi yang dikonsumsi selama akhir masa pakai untuk dirobek menjadi bagian kecil.

Secara total, Signify dapat mengurangi 75 persen jejak karbon atas pasokan dan produksi bahan, transportasi, dan akhir masa pakai.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Arsitek Pencakar Langit Tertinggi Kedua Dunia, Art Gensler Tutup Usia

Arsitek Pencakar Langit Tertinggi Kedua Dunia, Art Gensler Tutup Usia

Berita
Hingga Dua Hari Jelang Lebaran, 462.560 Kendaraan ke Luar Jabotabek

Hingga Dua Hari Jelang Lebaran, 462.560 Kendaraan ke Luar Jabotabek

Berita
Tanpa Menguras Kantong, Begini Dekorasi Murah Meriah Sambut Lebaran

Tanpa Menguras Kantong, Begini Dekorasi Murah Meriah Sambut Lebaran

Interior
[POPULER PROPERTI] Video Viral, Tol Ngawi-Kertosono-Kediri Bisa Bernyanyi 'Selamat Ulang Tahun'

[POPULER PROPERTI] Video Viral, Tol Ngawi-Kertosono-Kediri Bisa Bernyanyi "Selamat Ulang Tahun"

Berita
Mobilisasi Lahan 8 Ruas Tol Trans-Sumatera, Hutama Karya Butuh Rp 4,6 Triliun

Mobilisasi Lahan 8 Ruas Tol Trans-Sumatera, Hutama Karya Butuh Rp 4,6 Triliun

Berita
BTN Biayai KPR Adhi City Sentul, Bunga Tetap dan Bebas Angsuran Setahun

BTN Biayai KPR Adhi City Sentul, Bunga Tetap dan Bebas Angsuran Setahun

Perumahan
Videonya Viral, Jalan Tol Ini Bisa Bernyanyi 'Selamat Ulang Tahun'

Videonya Viral, Jalan Tol Ini Bisa Bernyanyi "Selamat Ulang Tahun"

Berita
Volume Lalin di Tol Luar Pulau Jawa Turun hingga 49 Persen

Volume Lalin di Tol Luar Pulau Jawa Turun hingga 49 Persen

Berita
WIKA Raih Rekor MURI Kompetisi Building Information Modelling

WIKA Raih Rekor MURI Kompetisi Building Information Modelling

Berita
Rusun TNI di Gorontalo Mulai Dibangun, Anggarannya Rp 19,5 Miliar

Rusun TNI di Gorontalo Mulai Dibangun, Anggarannya Rp 19,5 Miliar

Apartemen
Lippo Cetak Pra-penjualan 2020 Senilai Rp 2,67 Triliun

Lippo Cetak Pra-penjualan 2020 Senilai Rp 2,67 Triliun

Berita
Rutena, Aplikasi Informasi Pendataan Rumah Terdampak Bencana

Rutena, Aplikasi Informasi Pendataan Rumah Terdampak Bencana

Berita
Gerak Cepat BPJN NTT Perbaiki Jembatan dan Jalan Rusak akibat Badai Seroja (2)

Gerak Cepat BPJN NTT Perbaiki Jembatan dan Jalan Rusak akibat Badai Seroja (2)

Berita
Turun 33 Persen, 381.851 Kendaraan Tinggalkan Jabotabek hingga H-3 Lebaran

Turun 33 Persen, 381.851 Kendaraan Tinggalkan Jabotabek hingga H-3 Lebaran

Berita
WeWork Tunjuk Balder Tol sebagai General Manager Baru Australia dan Asia Tengara

WeWork Tunjuk Balder Tol sebagai General Manager Baru Australia dan Asia Tengara

Perkantoran
komentar di artikel lainnya
Close Ads X