Pemerintah Bangun Dua Jembatan Duplikat Penghubung Aceh hingga Sumut

Kompas.com - 10/12/2020, 21:51 WIB
Wakil Menteri PUPR Jhon Wempi Wetipo saat meninjau pembangunan duplikasi Jembatan Peureulak, Rabu (9/12/2020) . Dok. Kementerian PUPR.Wakil Menteri PUPR Jhon Wempi Wetipo saat meninjau pembangunan duplikasi Jembatan Peureulak, Rabu (9/12/2020) .

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun duplikasi Jembatan Peureulak dan Jembatan Idi Rayeuk di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh.

Pembangunan dua jembatan duplikasi tersebut untuk mendukung konektivitas antara Provinsi Aceh dan Sumatera Utara.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, tujuan dibangunnya duplikasi kedua jembatan tersebut demi mengurangi kemacetan akibat tingginya volume lalu lintas harian serta akses angkutan logistik Jalan Lintas Timur Sumatera.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan jalan dan jembatan memiliki peran penting sebagai backbone dalam pengembangan konektivitas antar wilayah untuk melancarkan arus distribusi logistik di Indonesia.

Untuk diketahui, pekerjaan duplikasi Jembatan Peureulak dan Jembatan Idi Rayeuk berada di KM 385.600 ruas jalan nasional Banda Aceh-Medan dan Jembatan Idi Rayeuk berada di KM 366.700.

"Masing-masing konstruksi duplikasi jembatan berada di samping jembatan eksisting," tutur Basuki dalam siaran persnya, Kamis (10/12/2020).

Baca juga: Satu-satunya Akses Darat ke Pulau Samosir, Tano Ponggol Dilengkapi Jembatan Cable Stayed

Pembangunan duplikasi Jembatan Peureulak dan Jembatan Idi Rayeuk berada dalam satu paket pekerjaan.

Adapun anggaran untuk pembangunan jembatan ini sebesar Rp 76,3 miliar yang bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara.

Konstruksi jembatan dilaksanakan oleh kontraktor lokal PT Brahmakerta Adiwira dan bertanggung jawab di bawah Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera I Banda Aceh Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian PUPR.

Pembangunan duplikasi dua jembatan dilakukan bersamaan sejak Juli 2020 dan ditargetkan selesai pada Desember 2021.

Jembatan Peureulak.Dok. Kementerian PUPR. Jembatan Peureulak.

Secara keseluruhan, progres konstruksi Jembatan Peureulak dan Idi Rayeuk mencapai 19,6 persen.

Duplikasi Jembatan Peureulak memiliki panjang 142,6 meter dan lebar 13,5 meter.

Konstruksi jembatan tersebut berupa jalan pendekat atau oprit sepanjang 382,3 meter, dan pondasi pilar tipe kolom ganda.

Kemudian gelagar tipe PCI girder sepanjang 40,8 meter dan bulb tee sepanjang 60,8 meter dengan lantai beton bertulang.

Sementara untuk duplikasi Jembatan Idi Rayeuk dibangun membentang 61,4 meter dan lebar 9,5 meter,.

Jembatan tersebut dilengkapi dengan jalan pendekat sepanjang 303,6 meter dengan material konstruksi hampir sama dengan duplikasi Jembatan Peureulak.

Menurut Wakil Menteri PUPR John Wempi Wetipo, pembangunan duplikasi dan rehabilitasi jembatan ini penting dilakukan sekaligus meningkatkan kapasitas layanan jalan dan jembatan.

"Sehingga, dapat menunjang kelancaran arus logistik serta perekonomian masyarakat," pungkas Wempi.

 



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.