Kompas.com - 10/12/2020, 16:49 WIB
sertifikat tanah Ilustrasi sertifikat tanah. Foto: Istimewasertifikat tanah

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal (Dirjen) Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah (PHPT) Suyus Windayana mengungkapkan, dari total kurang lebih 126 juta bidang tanah yang ada di Indonesia, baru sebanyak 82 juta bidang telah didaftarkan hingga tahun 2020.

"Ada sebanyak 82 juta tanah telah terdaftar hingga tahun 2020, dari total tanah yang ada di Indonesia yaitu 126 juta bidang tanah. Artinya tanah yang belum didaftar itu ada 35 persen," kata Suyus dalam keterangan tertulis, Kamis (10/12/2020).

Meski demikian, Suyus mengklaim pendaftaran bidang tanah ini selalu mengalami peningkatan target setiap tahunnya.

Sejak Tahun 2015, target tanah terdaftar hanya lima juta bidang. Karenanya Tahun 2021 mendatang, Kementerian ATR/BPN menargetkan PTSL mencapai 8,3 juta bidang tanah tersertifikasi.

Baca juga: Kejar Target Akhir November, Kementerian ATR/BPN Matangkan Juknis PTSL 2021

Butuh perencanaan matang dan langkah strategi yang tepat untuk mencapai target program PTSL tersebut.

Ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian untuk dapat merencanakan strategi Tahun 2021.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebut saja pelaksanaan PTSL 2017, 2018, 2019, dan 2020 belum mencapai jumlah Desa Lengkap yang memenuhi untuk mendukung transformasi digital Kementerian ATR/BPN.

Suyus menjelaskan bahwa program PTSL harus dapat menciptakan kota atau kabupaten lengkap secara sistematis melalui pendaftaran tanah sehingga lengkap seluruh Indonesia.

"Memasuki tahun 2021 maka Kementerian ATR/BPN dituntut untuk dapat menghasilkan rencana strategis dalam pelaksanaan Program Strategis Nasional (PSN) ini," sambungnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X