Kompas.com - 09/12/2020, 16:05 WIB
Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Mandalika Lombok Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Ardiansyah FadliKawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Mandalika Lombok Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)

Menurutnya pada tahun 2020 pihaknya telah melakukan peningkatan kualitas rumah sebanyak 5.115 unit pada program rumah swadaya, atau dikenal dengan bedah rumah.

Dari total rumah yang dibangun, kata Basuki sekitar 915 unit merupakan pondok wisata (home stay) yang dibangun melalui program
bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jumlah hunian wisata tersebut tersebar di Lombok Utara dan Lombok Tengah dengan pola reguler dan sarhunta (homestay)," tuturnya.

Adapun total anggaran untuk pembangunan sarana hunian pariwisata (sarhunta) senilai sebesar Rp 62,23 miliar.

Sementara untuk program BSPS reguler dialokasikan untuk 2.900 unit dengan nilai Rp 50,75 miliar.

"Khusus untuk pembangunan di koridor, maksimal bantuan per rumah adalah Rp 35 juta, sedangkan untuk rumah singgah atau lokasi usaha pendukung wisata lainnya maksimal sebesar Rp 115 juta," tutur Basuki.

Melalui Program Sarhunta, rumah-rumah yang kondisinya tidak layak huni mendapatkan bantuan bedah rumah yang akan juga ditambah ruangan khusus untuk tempat menginap para wisatawan.

Desain bangunan yang disesuaikan dengan gaya arsitektur lokal kian menambah keelokan hunian masyarakat.

Selain itu, lewat Program Sarhunta, masyarakat didorong memfungsikan tempat tinggalnya sebagai workshop, toko, kuliner, serta usaha atau jasa lainnya.

Di samping itu juga dilakukan pembangunan pengendali banjir KEK Mandalika sepanjang 5 kilometer yang saat ini progres fisiknya sudah mencapai 96,36% dan ditargetkan selesai pada akhir Desember 2020 dengan anggaran Rp 75 miliar.

Di bidang permukiman dilakukan penataan kawasan 3 Gili yakni Gili Air, Meno dan Trawangan di Kabupaten Lombok Utara dengan nilai kontrak tahun jamak 2020-2021 sebesar Rp 64 miliar.

Selanjutnya Kementerian PUPR pada tahun 2020 juga melakukan Peningkatan Kapasitas Tempat Pengelolaan Akhir (TPA) Pengengat dengan volume 250.000 Kepala Keluarga (KK) dengan nilai kontrak tahun jamak 2020-2021 sebesar Rp 21,23 miliar

Lalu pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Gili Air untuk 1.000 Sambungan Rumah (SR) dengan nilai kontrak tahun jamak 2020-2021 senilai Rp 30,69 miliar.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.