Tol Cinere-Jagorawi Terhambat Dana Pembebasan Lahan

Kompas.com - 06/11/2020, 17:11 WIB
Pekerja menyelesaikan pembangunan jalan Tol Cinere-Jagorawi (Cijago) Seksi II di Kukusan, Depok, Jawa Barat, Senin (11/9/2017). Proyek Tol Cijago Seksi II yang membentang sepanjang 5,5 kilometer mulai dari Jalan Raya Bogor hingga Kukusan kini perkembangannya telah menyelesaikan jalan beton di kedua ruas jalur yang berada sisi selatan Kampus Universitas Indonesia. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/aww/17. ANTARA FOTO/Indrianto Eko SuwarsoPekerja menyelesaikan pembangunan jalan Tol Cinere-Jagorawi (Cijago) Seksi II di Kukusan, Depok, Jawa Barat, Senin (11/9/2017). Proyek Tol Cijago Seksi II yang membentang sepanjang 5,5 kilometer mulai dari Jalan Raya Bogor hingga Kukusan kini perkembangannya telah menyelesaikan jalan beton di kedua ruas jalur yang berada sisi selatan Kampus Universitas Indonesia. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/aww/17.

JAKARTA, KOMPAS.com - Tol Cinere-Jagorawi ( Cijago) yang merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) II belum seluruhnya tuntas dibangun.

Hal ini menyusul Seksi III yang menghubungkan Kukusan-Cinere Depok sepanjang 5,5 kilometer, masih terganjal pengadaan lahan.

Menurut Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tol Cijago Eko Santoso, pembebasan lahan Seksi III dari tol dengan total panjang 14,70 kilometer ini menjadi terhambat karena dana yang belum mencukupi.

"Dana yang tersedia melalui pembayaran langsung Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) Kementerian Keuangan baru senilai Rp 500 miliar dari total kebutuhan Rp 1,6 triliun," ungkap Eko menjawab Kompas.com, Jumat (6/11/2020).

Baca juga: Belanja Infrastruktur Per 1 November Tembus Rp 59,47 Triliun

Oleh karena itu, lahan bebas untuk pengerjaan jalan bebas hambatan ini baru mencapai 44,56 persen dari total 42,4 hektar. Sementara sisa kebutuhan lahan sekitar 55,44 persen atau 23,50 hektar.

Akibatnya, konstruksi fisik pun terlambat dan diperkirakan baru akan dikerjakan pada Kuartal I-2021, seraya menunggu pembebasan lahan yang ditargetkan rampung pada Juni 2021.

Meski demikian, Eko optimistis, pembangunan berjalan lancar dan dapat diselesaikan pada akhir Tahun 2021.

"Insya Allah, akhir 2021 seluruh Tol Cijago selesai," imbuh dia.

Tol Cijago dikembangkan oleh PT Translingkar Kita Jaya, dan terbagi menjadi tiga seksi.

Seksi I sepanjang 3,70 kilometer yang dimulai dari Simpang Susun Jagorawi hingga ke Jalan Raya Bogor telah beroperasi sejak Januari 2012.

Demikian halnya dengan Seksi II sepanjang 5,5 kilometer yang menghubungkan Jalan Raya Bogor hingga Kukusan yang telah dibuka penuh pada 2018 lalu.

 

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X