Jembatan Pulau Balang, Ikon Baru Koridor Trans-Kalimantan Akhirnya Tersambung

Kompas.com - 03/11/2020, 07:00 WIB
Jembatan Pulau Balang yang menghubungkan Kota Balikpapan dengan Pulau Balang di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, akhirnya tersambung, tepat pada Sabtu 31 Oktober 2020. Hutama KaryaJembatan Pulau Balang yang menghubungkan Kota Balikpapan dengan Pulau Balang di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, akhirnya tersambung, tepat pada Sabtu 31 Oktober 2020.

JAKARTA, KOMPAS.com -  Jembatan Pulau Balang yang menghubungkan Kota Balikpapan dengan Pulau Balang di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, akhirnya tersambung, tepat pada Sabtu 31 Oktober 2020.

Hal ini sekaligus menandai era baru kemajuan infrastruktur konektivitas di Pulau Kalimantan yang diyakini akan memudahkan mobilitas, dan mendorong terciptanya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

EVP Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya (Persero) Muhammad Fauzan menuturkan, tersambungnya Jembatan Pulau Balang merupakan hasil kerja keras tim serta dukungan dari seluruh pihak baik dari masyarakat maupun stakeholder. 

Baca juga: Jembatan Pulau Balang Tuntas, Balikpapan-Ibu Kota Baru Cuma 1 Jam

"Pembangunan jembatan ini dapat berjalan dengan baik dan minim hambatan berarti," ujar Fauzan menjawab Kompas.com, Senin (02/11/2020).

Kesukseskan pembangunan jembatan yang digadang-gadang menjadi jembatan cable stayed dengan dek beton terpanjang di Indonesia, ini dibangun bersama oleh PT Hutama Karya (Persero) dengan PT Adhi Karya (Persero) Tbk, dan PT Bangun Tjipta Konstruksi.

Jembatan Pulau Balang merupakan jembatan cable stayed dengan dek beton terpanjang di Indonesia.Hutama Karya Jembatan Pulau Balang merupakan jembatan cable stayed dengan dek beton terpanjang di Indonesia.
Dengan tersambungnya jembatan ini, lanjut Fauzan, maka konektivitas serta mobilitas orang dan barang di koridor Trans-Kalimantan akan semakin lancar.

Jarak tempuh dari Balikpapan ke Penajam pun menjadi lebih singkat. Sebelumnya mencapai 5 jam melalui jalur laut menjadi 1 jam saja lewat darat melintasi Balikpapan-Kariangau-Jembatan Pulau Balang-Simpang Gersik-Penajam.

Baca juga: Jembatan Pulau Balang Dilengkapi Structural Health Monitoring System

"Kehadiran jembatan ini tentu akan memudahkan masyarakat umum dan pengusaha dalam melakukan perjalanan atau distribusi logistik," imbuh Fauzan.

Dia berharap, Jembatan Pulau Balang yang menjadi ikon baru ini dapat meningkatkan perekonomian di wilayah Gersik, Riko, Penajam Passer Utara, dan Tempadung.

Didesain dengan lebar 22,4 meter yang mencakup 4 lajur, jembatan ini dilengkapi dengan trotoar di samping kanan dan kiri.
Hutama Karya Didesain dengan lebar 22,4 meter yang mencakup 4 lajur, jembatan ini dilengkapi dengan trotoar di samping kanan dan kiri.
"Hal ini sekaligus sebagai monumen pengingat hasil keringat dan pengorbanan anak bangsa yang telah berusaha keras dalam mewujudkan infrastruktur berteknologi tinggi," ucap Fauzan.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X