Progres Lambat, Pusat Bakal Ambil Alih Proyek Jembatan Pulau Balang

Kompas.com - 02/10/2019, 17:31 WIB
Kondisi terkini Proyek Jembatan Pulau Balang yang menghubungkan antara Pulau Balang di Penajam Paser Utara dan Balikpapan, Rabu (2/10/2019). KOMPAS.com/HILDA B ALEXANDERKondisi terkini Proyek Jembatan Pulau Balang yang menghubungkan antara Pulau Balang di Penajam Paser Utara dan Balikpapan, Rabu (2/10/2019).

BALIKPAPAN, KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menegaskan akan mengambil alih proyek Jembatan Pulau Balang yang menghubungkan Penajam Paser Utara dan Balikpapan, Kalimantan Timur.

Proyek ini merupakan kolaborasi antara Kementerian PUPR, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, dan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara.

" Jembatan Pulau Balang masih ada kendala di Pemprov. Kemarin itu lambat, kalau kita percepat percuma juga karena mereka belum siap, dan gak akan ada yang lewat. Kita terus berkomunikasi dengan Pemprov," tutur Basuki kepada Kompas.com, Rabu (2/10/2019).

Langkah pengambilalihan terpaksa dilakukan jika perkembangan proyek masih sangat lambat. Hal ini mengingat program pemindahan Ibu kota baru sudah memasuki tahap sayembara.

Baca juga: Perkembangan Konstruksi Jembatan Pulau Balang 58,23 Persen

"Targetnya 2020 harus selesai. Makanya pembangunan harus dipercepat," imbuh Basuki.

Jembatan Pulau Balang dirancang untuk meningkatkan konektivitas Jalan Lintas Selatan Kalimantan yang menjadi jalur utama angkutan logistik di Pulau Kalimantan.

Saat ini, kendaraan dari Balikpapan menuju Penajam dan akan melanjutkan perjalanan ke Kota Banjarmasin di Kalimantan Selatan dan kota lainnya harus memutar dengan jarak sekitar 100 kilometer dengan waktu tempuh 5 jam.

Alternatif lainnya adalah menggunakan kapal ferry dengan waktu penyeberangan sekitar 1,5 jam belum ditambah waktu antre menuju kapal ferry.

Waktu antre akan bertambah lama apabila bertepatan dengan hari libur yang mengakibatkan waktu tempuh dan biaya angkut kendaraan tidak efisien.

Dengan adanya jembatan tersebut, nantinya jarak akan menjadi lebih pendek yakni sekitar 30 kilometer dan dapat dilintasi hanya dalam satu jam.

Selain sebagai penghubung jaringan jalan poros selatan Kalimantan, jembatan ini juga mendukung rencana pembangunan pelabuhan peti kemas Kariangau dan kawasan industri Kariangau.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X