[POPULER PROPERTI] Survei: Minat Masyarakat Beli Properti Masih Tinggi

Kompas.com - 22/09/2020, 09:23 WIB
Ilustrasi membeli rumah. SHUTTERSTOCK/CHIRAPHANIlustrasi membeli rumah.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 memang belum mereda, namun minat masyarakat untuk membeli properti masih terbilang tinggi.

Artikel tersebut menjadi berita terpopuler di kanal Properti Kompas.com, Selasa (22/9/2020).

Berdasarkan Market Behavior Survey September 2020 yang diterbitkan Indonesia Property Watch (IPW), sebanyak 68,09 persen dari total 285 responden berminat membeli properti pada kondisi ini.

Dari jumlah tersebut, sekitar 32,98 persen akan membeli properti dalam kurun waktu 1-3 tahun, sementara 11,7 persen responden akan membeli dalam waktu 6 bulan ke depan.

Direktur Eksekutif IPW Ali Tranghanda mengatakan, ada tiga alasan yang membuat para responden masih memiliki minat tinggi dalam membeli properti di tengah Pandemi Covid-19 yang sedang melanda Indonesia.

Apa alasannya?

Temukan jawabannya melalui tautan ini Minat Membeli Properti Masih Tinggi Saat Pandemi, Ini Hasil Risetnya

Pengembang proyek apartemen Antasari 45, PT Prospek Duta Sukses (PDS), mencurigai ada oknum atau beberapa pihak yang memanipulasi Proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang ( PKPU) yang berpotensi mengorbankan para konsumen.

Direktur PDS Wahyu Hartanto menyampaikan hal tersebut kepada Kompas.com melalui keterangan tertulis pada Senin (21/9/2020).

Wahyu mengatakan, hanya 60 kreditur separatis dan 60 orang yang mendukung proposal perdamaian yang diajukan PDS di Pengadilan Niaga (PN) Jakarta Pusat.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X