Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Karya Arsitek Indonesia Masuk Final Kompetisi Bandara Internasional

Kompas.com, 20 September 2020, 12:13 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Kembali, putera-puteri terbaik berlaga di kompetisi arsitektur bergengsi dunia, mengharumkan nama Indonesia.

Kali ini RIE dari Universitas Teknologi Yogyakarta dengan karya O’Pon on the Hill, Envision, Identity and Sustainability yang berhasil lolos menjadi finalis Fentress Global Challenge 2020.

Mereka harus bertarung dengan 22 karya mahasiswa lainnya dari 15 negara untuk dipilih menjadi yang terbaik pada ajang yang digelar oleh Fentress Architects tersebut.

Sejak peluncuran resminya pada tahun 2011, Fentress Architects telah menyelenggarakan kompetisi desain untuk mahasiswa seluruh dunia.

Baca juga: Dua Karya Arsitek Indonesia Raih Penghargaan Terpopuler Architizer A+Awards

Kompetisi tahunan ini bertujuan untuk mendorong dan mendukung desainer muda guna mengembangkan karyanya.

Fentress Global Challenge tahun ini mensyaratkan mahasiswa untuk merancang terminal bandara yang baru dan inovatif.

Penilaian berdasarkan upaya mereka menciptakan desain yang menekankan keberlanjutan, ketahanan sekaligus dapat mengakomodasi mobilitas, urbanisasi, globalisasi, teknologi, fleksibilitas, keamanan, kelayakan proyek, dan pengalaman penumpang.

Kompetisi tersebut juga mendorong peserta untuk memanfaatkan prakiraan populasi, kondisi lingkungan, moda perjalanan, dan tujuan potensial dalam pembuatan konsep desain.

Dalam penyelenggaraan tahun ini, lebih dari 100 karya telah dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari Curtis Fentress, Thomas Pellegrin, Christine Negroni, Charles Waldeheim, ken Gidlow, David Alexander, Bryant L Francis, dan Khaled Naja.

Ke-22 finalis akan dinilai secara virtual oleh juri yang merupakan arsitek beken yang mendesain bandara, direktur firma arsitektur, perencana, dan akademisi.

RIE merupakan satu-satunya yang lolos mewakili Indonesia. Mereka harus bertarung dengan lawan tangguh dari Amerika Serikat, Kanada, Malaysia, dan China.

O?Pon on the Hill, Envision, Identity and Sustainability Fentress Architects O?Pon on the Hill, Envision, Identity and Sustainability

Bandara berkelanjutan

RIE terdiri dari lima sekawan, Ridwan Arifin, Imaduddin Dhia Ul-Fath, Ervin Dwiratno, Ulfa Nur Fauziah, dan Aji Nugroho.

Ridwan menjelaskan, ide dan inovasi dalam desain baru O'Hare International Airport, berangkat dari visi kota Chicago urbs in orto (kota dalam taman).

Baca juga: Bermain dan Belajar di Microlibrary Warak Kayu, Perpustakaan Mini Semarang

Sejarah kota dan aspek geografi, bandara dengan bentuk lingkaran menyerupai huruf O yang merupakan bentuk geometris efisien untuk transportasi masa depan di Chicago.

Selain itu, O juga merupakan huruf depan pada O’Hare yang merupakan prajurit Angkatan Laut Amerika Serikat pertama yang mendapatkan penghargaan Medal of Honor.

Halaman:


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau