Konstruksi Tiga Tanggul di Luwu Utara Capai 64,83 Persen

Kompas.com - 08/09/2020, 12:00 WIB
Pembangunan tanggul sementara di penanganan darurat banjir bandang di Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan. Dok. Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPRPembangunan tanggul sementara di penanganan darurat banjir bandang di Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat, progres pekerjaan pembangunan tiga tanggul sementara pasca banjir bandang di Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan mencapai 64,83 persen.

Ketiga tanggul tersebut akan dibangun di Sungai Masamba sepanjang 3.350 meter, Sungai Radda (anak Sungai Masamba) sepanjang 2.000 meter, serta Sungai Rongkong sepanjang 1.218 meter.

Pemerintah juga membangun intake dan jaringan air baku Maipi untuk mengantisipasi banjir bandang tersebut. 

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air Kementerian PUPR Adenan Rasyid mengatakan, pekerjaan pembangunan tanggul Sementara di Sungai Radda mencakup pembuatan geotextile/tanggul kiri dan kanan serta rip-rap aliran sungai.

"Tercatat hingga 5 September, pekerjaan tersebut sudah tertangani sepanjang 1.021 meter," kata Adenan seperti dikutip Kompas.com dari laman Kementerian PUPR, Selasa (8/9/2020).

Adenan melanjutkan, pekerjaan tanggul sementara dan pembuatan geotextile pada kiri dan kanan aliran Sungai Masamba telah terpasang seluruhnya atau sepanjang 3.335 meter.

Sebanyak 6 unit ekskavator, 1 bulldozer, dan 5 dump truck untuk penggalian sedimen di Sungai Masamba.

Selanjutnya, pekerjaan tanggul sementara di Sungai Rongkong dan pembuatan geotextile/tanggul pada kiri aliran sungai telah dilaksanakan sepanjang 1.435 meter dari rencana 1.218 meter.

Baca juga: Antisipasi Banjir Berulang, Pemerintah Bangun Tanggul di Luwu Utara

Sebanyak 8 unit ekskavator dan 3 unit bulldozer dikerahkan untuk penggalian sedimen Sungai Rongkong dan 2 unit ekskavator untuk pemasangan geotextile.

Selain itu dilakukan pekerjaan pembuatan Intake dan Jaringan Air Baku Maipi berupa broncaptering, pengadaan pipa GIP 300 milimeter sepanjang 2.159 meter (360 batang pipa), pemasangan pipa GIP 300 milimeter sepanjang 2.159 meter (360 batang pipa), dan pembuatan 2 buah jembatan pelintas.

Dalam penanganan darurat ini, Kementerian PUPR juga didukung oleh PT Brantas Abipraya (Persero) dan PT Hutama Karya (Persero) yang tengah melaksanakan pembangunan daerah Irigasi Baliase di dekat lokasi bencana sehingga memudahkan memobilisasi alat berat dan personel.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X