Lolos Pra-kualifikasi, Jasa Marga Optimistis Menang Tender MLFF

Kompas.com - 27/08/2020, 07:00 WIB
Pintu masuk Simpang Pasir, Palaran, Tol Samarinda – Balikpapan, Kaltim, Jumat (19/6/2020). KOMPAS.com/ZAKARIAS DEMON DATONPintu masuk Simpang Pasir, Palaran, Tol Samarinda – Balikpapan, Kaltim, Jumat (19/6/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Jasa Marga (Persero) Tbk optimistis dapat memenangi tender sistem transaksi tol non-tunai nirsentuh berbasis Multi Lane Free Flow ( MLFF).

Menyusul Penetapan Hasil Pra-kualifikasi Pelelangan Pengusahaan Sistem Transaksi Tol Non-tunai Nir-sentuh Berbasis MLFF Nomor 11/PB.0301/MLFF/2020 pada tanggal 19 Agustus 2020.

Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Subakti Syukur mengungkapkan hal itu kepada Kompas.com, Rabu (26/8/2020).

"Kami optimistis, karena teknologi yang dikembangkan sudah dikostumasi sesuai kebutuhan dan kultur pelanggan lokal," tutur Subakti.

Baca juga: Tiga Investor Lolos Pra-kualifikasi Lelang Sistem Transaksi Tol MLFF

Berbagai strategi pun dilakukan untuk penyempurnaan teknologi yang telah dikembangkan PT Jasamarga Tollroad Operator (JMTO), anak usaha Jasa Marga.

Termasuk uji coba secara intensif terus menerus. Uji coba tersebut, kata Subakti, dalam rangka meningkatkan pelayanan dan efisiensi operasional sebagai tujuan utama MLFF.

Dengan demikian, JMTO punya angka pasti dan presisi terkait efisiensi biaya operasional dengan teknologi digital baru hasil pengembangan perusahaan agar dapat bersaing dengan yang ditawarkan investor asing.

"Teknologi pengembangan JMTO harus lebih murah karena produk lokal," cetus Subakti.

Dalam tahap pelelangan nanti, JMTO akan menghadapi dua rival berat lainnya yang didukung asing.

Mereka adalah Konsorsium PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP)-PT Citra Persada Infrastruktur-PT Delameta Bilano-SkyToll a.s. (Slovakia), dan konsorsium PT Nusantara Telematics System-PJSC Mostotrest (Rusia)-Service Telematics LLC (Rusia)-Soft Telematics LLC (Rusia).

Baca juga: Transaksi Non Tunai di Jalan Tol Akan Berbasis Satelit

Selain dua konsorsium ini, tender proyek dengan kebutuhan investasi senilai Rp 2,923 triliun untuk trase sepanjang 1.713 kilometer ini juga diikuti oleh Roatex Ltd Zrt asal Hongaria.

Nama terakhir ini ditetapkan sebagai pemrakarsa proyek sejak 31 Oktober 2019 lalu. Roatex memiliki Hak Menyamakan Penawaran (right to match) proses pra-kualifikasi yang dilaksanakan sepenuhnya secara elektronik (daring).

MLFF sendiri merupakan bagian dari elektronifikasi transaksi di bidang transportasi yang didukung oleh lembaga pengelola yang berperan sebagai Toll Service Provider (TSP) atau Electronic Toll Collection (ETC).

Proses pelelangan ini sebagai tindaklanjut dari rencana Pemerintah yang akan menerapkan sistem transaksi pembayaran tol non-tunai nirsentuh berbasis MLFF dengan memanfaatkan teknologi teknologi Global Navigation Satellite System (GNSS).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X