Jalan Tol Penopang Utama Pertumbuhan Pendapatan Nusantara Infrastructure

Kompas.com - 04/08/2020, 13:18 WIB
Tol Layang AP Pettarani masuki tahap akhir pemasangan balok jembatan, Minggu (17/5/2020). Bosowa Marga NusantaraTol Layang AP Pettarani masuki tahap akhir pemasangan balok jembatan, Minggu (17/5/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Nusantara Infrastructure Tbk mencatatkan pendapatan usaha dan penjualan (revenue and sales) sebesar Rp 101,2 miliar pada Kuartal II-2020 atau periode April-Juni.

Kinerja positif juga terjadi pada segmen EBITDA (Earnings Before Interests, Taxes, Depreciation & Amortization) yang tumbuh sebesar Rp 22,2 miliar.

Kontribusi sektor jalan tol masih mendominasi dengan menyumbang 64 persen dari total pendapatan, disusul sektor energi sebesar 23 persen, dan air bersih 13 persen.

Kinerja positif tersebut juga tercermin dari Earnings per Share (EPS) Perusahaan yang tetap bertahan sama dengan kuartal I tahun 2020.

Selain itu, faktor utama yang berpengaruh terhadap kinerja positif Perusahaan adalah mayoritas aset sudah dalam tahap operasional.

Baca juga: Pendapatan Nusantara Infrastructure Melonjak 101 Persen

Dengan begitu, dampak perlambatan ekonomi secara nasional tidak secara langsung mempengaruhi ketahanan arus kas (free cash flow), risiko operasional, maupun potensi risiko financial covenant-breach.

General Manager Corporate Affairs PT Nusantara Infrastructure Tbk Deden Rochmawaty mengharapkan pada Semester II, Perusahaan dapat meraih kinerja operasional dan keuangan yang lebih baik dari Semester I.

"Untuk sektor tol, kami optimistis keadaan dapat kembali normal pada akhir tahun setelah melewati titik terendah yaitu pada bulan April lalu," kata Deden dalam keterangan yang diterima Kompas.com, Selasa (4/8/2020).

Sementara untuk sektor energi dan air, permintaan diharapkan relatif lebih stabil sampai dengan akhir tahun dan tidak menutup kemungkinan dapat sejalan dengan pemulihan ekonomi nasional pada akhir tahun.

Pendapatan usaha turun

Tidak seperti revenue and sales, pendapatan operasional Perusahaan justru mengalami penurunan dibanding periode yang sama tahun 2019.

Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X