Bangun Rumah Cuma 20 Hari, Ini Teknologi yang Digunakan

Kompas.com - 29/07/2020, 11:11 WIB
Salah satu rumah yang dikembangkan melalui teknologi Prima Wall System (PWS). Dok. BAGIAN HUKUM DAN KOMUNIKASI PUBLIK DITJEN PERUMAHAN KEMENTERIAN PUPRSalah satu rumah yang dikembangkan melalui teknologi Prima Wall System (PWS).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendukung setiap inovasi di bidang teknologi yang digunakan untuk sektor perumahan dalam penyediaan rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah ( MBR).

Salah satu inovasi teknologi tersebut adalah pembangunan rumah menggunakan Prima Wall System ( PWS).

Inovasi teknologi tersebut dikembangkan oleh PT Prima Graha Bangun Tunggal.

"Prima Wall System (PWS) merupakan karya anak bangsa yang perlu diapresiasi dan dikembangkan," ujar Ditjen Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Aabdul Hamid dalam siaran pers, Selasa (28/7/2020).

Menurut Khalawi, sistem PWS merupakan inovasi dalam pembangunan perumahan yang sangat dibutuhkan untuk mendapatkan proses pengerjaan hunian yang efisien.

Baca juga: Di Jakarta, Rumah Mewah Dominasi Penjualan sedangkan Rumah Murah Nihil

Ditambah dengan kebutuhan rumah masyarakat Indonesia masih cukup tinggi dan diperlukan inovasi untuk menyukseskan Program Sejuta Rumah.

Dalam hal ini, Kementerian PUPR juga berharap sistem ini dapat terus dikembangkan, digunakan, serta diekspor, karena menyangkut industri turunannya.

Terutama, pada saat Pandemi Covid-19 karena akan menyerap banyak tenaga kerja dalam produksinya.

“Inovasi pembangunan perumahan tersebut juga dapat digunakan sebagai alternatif bagi para pengembang dalam membangun rumah bagi masyarakat,” ujar Khalawi.

Sementara itu, Direktur PT Prima Graha Bangun Tunggal Joseph Adian Chandra menjelaskan mekanisme pembangunan rumah menggunakan sistem tersebut yang telah diuji secara 2D dan hasilnya baik, tidak retak, goyang, maupun miring.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X