Apung Sumengkar
Chief Executive Officer (CEO) Daya Qarsa

Apung adalah Managing Partner Daya Qarsa, perusahaan konsultan yang berfokus pada transformasi bisnis holistik.

Berkarier lebih dari 15 tahun di perusahaan-perusahaan konsultan Asia Tenggara, Jepang dan Eropa, seperti McKinsey, Deloitte, PZ Cussons, Unilever, dan Toyota.

Apung menempuh pendidik Teknik Industri di Universitas Indonesia, Manajemen Strategis di RSM Erasmus University, dan kandidat PhD Manajemen Strategis Universitas Indonesia.

Bersiap Menyambut Fase "Survival"

Kompas.com - 23/07/2020, 08:00 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

SETELAH beberapa waktu kita berhadapan dengan pandemi Covid-19, akhirnya mimpi buruk yang dikhawatirkan banyak ekonom tiba. Indonesia akan memasuki jurang resesi ekonomi.

Indikasinya jelas, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Kuartal kedua 2020 diperkirakan mencapai minus 4,3 persen, sebelumnya masih mencetak angka positif 2,97 persen pada kuartal pertama. 

Prediksi tersebut bahkan disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada Rabu 15 Juli lalu saat rapat bersama kepala daerah membahas percepatan penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020 di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Dengan audiens para pemimpin daerah se-Indonesia, menjadi jelas, Jokowi memerintahkan mereka untuk bersiap menghadapi gelombang besar resesi ekonomi yang disebabkan oleh pandemi Covid-19 ini.

Tentu, berita duka ini sudah dapat dirasakan beberapa waktu terakhir. Permintaan di sebagian besar sektor terlihat jelas menurun drastis. PHK terjadi dalam jumlah masif di mana-mana.

Bahkan, momen lebaran yang selama puluhan tahun menjadi pesta pora para produsen karena lonjakan permintaan masyarakat, tahun ini, untuk pertama kalinya, adem ayem.

Masyarakat kali ini lebih memilih memfokuskan dananya pada dua hal terpenting, pangan dan kesehatan. Tiada lainnya.

Kami di Daya Qarsa sudah memprediksi fase ini beberapa bulan silam. Analisis kami, jika pandemi terus berlanjut maka ada potensi pertumbuhan PDB Indonesia bisa menyentuh titik minus.

Dan pertumbuhan ekonomi negatif itu artinya, kita tengah memasuki fase survival. Pada fase ini, tidak kata lain, kata kuncinya adalah bertahan hidup.

Karena itu, pada fase survival, Daya Qarsa merekomendasikan perusahaan untuk berfokus hanya pada aspek-aspek bisnis yang menjadi prioritas atau krusial untuk keberlangsungan hidup bisnis.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.