Wamen ATR/BPN Minta Pemetaan Potensi Jawa Bagian Selatan Dipercepat

Kompas.com - 22/07/2020, 19:33 WIB
Petani melintasi orang-orangan sawah yang dipasang warga Desa Wiromartan, Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Selasa (30/10). Orang-orangan sawah atau disebut oleh penduduk lokal hantu sawah (memedi sawah) dipasang petani berjajar di sepanjang Jalan Daendels yang merupakan ruas jalur lintas selatan-selatan dari Kecamatan Mirit hingga Kecamatan Ambal hampir sepanjang 5 kilometer.

 *** Local Caption *** Petani melintasi orang-orangan sawah yang dipasang warga Desa Wiromartan, kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Senin (30/10). Orang-orangan sawah atau disebut penduduk lokal dengan sebutan hantu sawah (medi sawah) dipasang petani berjajar di sepanjang Jalan Daendels yang merupakan ruas Jalur Lintas Selatan-selatan (JLSS) dari Kecamatan MIrit hingga Kecamatan Ambal sepanjang hingga lima kilometer. Pemasangan KOMPAS/GREGORIUS MAGNUS FINESSOPetani melintasi orang-orangan sawah yang dipasang warga Desa Wiromartan, Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Selasa (30/10). Orang-orangan sawah atau disebut oleh penduduk lokal hantu sawah (memedi sawah) dipasang petani berjajar di sepanjang Jalan Daendels yang merupakan ruas jalur lintas selatan-selatan dari Kecamatan Mirit hingga Kecamatan Ambal hampir sepanjang 5 kilometer. *** Local Caption *** Petani melintasi orang-orangan sawah yang dipasang warga Desa Wiromartan, kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Senin (30/10). Orang-orangan sawah atau disebut penduduk lokal dengan sebutan hantu sawah (medi sawah) dipasang petani berjajar di sepanjang Jalan Daendels yang merupakan ruas Jalur Lintas Selatan-selatan (JLSS) dari Kecamatan MIrit hingga Kecamatan Ambal sepanjang hingga lima kilometer. Pemasangan

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melalui Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) akan melaksanakan Reforma Agraria untuk pengembangan kawasan perekonomian masyarakat di Jawa Bagian Selatan (JBS).

Maka dari itu, Wakil Menteri ATR/BPN Surya Tjandra meminta konsolidasi antar  stakeholders (pemangku kepentingan) dalam pengembangan di wilayah Jawa Bagian Selatan (JBS) dipercepat. Misalnya, pemetaan potensi dan pendanaan.

"Ini suatu kombinasi yang tidak mudah, tapi penting untuk dilakukan karena tidak ada yang bisa melakukannya selain kita," ucap Surya seperti dikutip Kompas.com melalui laman resmi Kementerian ATR/BPN, Rabu (22/7/2020).

Pembangunan di wilayah Jawa Bagian Selatan bertujuan untuk meningkatan perekonomian dan mewujudkan kesejahteraan rakyat yang adil dan merata.

Hal ini disebabkan masih ada daerah yang perekonomian dan kesejahteraannya tertinggal dengan daerah lainnya khususnya Garut dan Sukabumi.

Baca juga: Reforma Agraria Awali Pengembangan Jawa Bagian Selatan

Kebutuhan pembangunan di wilayah tersebut diperlukan mengingat masih besarnya potensi sumber daya alam yang tersedia, baik tanah yang subur, sumber daya laut, tambang, dan tempat wisata.

Staf Khusus Presiden Reno Koconegoro menambahkan, potensi Jawa bagian Selatan begitu baik jika dilakukan pembangunan yang merata. 

Oleh karena itu, pihaknya sangat mendukung program Reforma Agraria untuk pengembangan wilayah tersebut.

"Akibat pandemi Covid-19, rata-rata pendapatan menjadi menurun. Artinya, program Reforma Agraria sangat mendesak dilakukan, selain tepat sasaran perlu juga kecepatan," ujar Reno.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian Tommy Nugraha mengatakan, permasalahan yang dihadapi masyarakat Jawa Bagian Selatan yakni, kurangnya kebutuhan ketersediaan lahan untuk meningkatkan produksi para petani.

Pengembangan kawasan tersebut diharapkan mengejar ketertinggalan daerah lainnya di Indonesia, khususnya Jawa Bagian Utara, baik dari segi infrastruktur, kesejahteraan masyarakat, demografi, serta daya dukung lingkungan.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X