Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Logistik, Sektor Favorit Pengembang Lokal dan Internasional

Kompas.com, 22 Juli 2020, 18:56 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 yang berdampak seignifikan terhadap sektor properti membuat sejumlah pengembang berupaya ekstra keras untuk tetap dapat bertahan.

Sejumlah tantangan yang mengadang seperti turunnya permintaan, harga jual dan sewa yang tertekan, dan juga relokasi sejumlah penyewa disikapi dengan langkah-langkah strategis.

Jika pada beberapa tahun sebelumnya hunian apartemen dan perkantoran menjadi sektor paling favorit bagi para pengembang baik lokal maupun internasional, namun saat Pandemi Covid-19 sektor logistik paling disukai.

Country Head JLL Indonesia James Allan mengatakan hal ini dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (22/7/2020).

“Sektor logistik menjadi sektor yang disukai para pengembang lokal dan internasional di Indonesia mengingat besarnya peluang dari sisi sosial-ekonomi," kata James.

Baca juga: Pusat Data, New Normal di Kawasan Industri

Dia menambahkan, sektor logistik juga terbukti sangat tangguh di tengah pandemi dan permintaan sewa pun masih kuat pada Triwulan II-2020.

Operator dan pengembang juga menunjukkan minat yang tinggi terhadap pengembangan pusat-pusat data (data centres).

Hal ini merupakan segmen pasar yang relatif baru di Indonesia dan sejumlah operator mengincar area kawasan industri maupun lokasi-lokasi yang lebih strategis di tengah kota.

Sementara untuk sektor perkantoran, JLL mencatat banyak penyewa kantor yang lebih berfokus pada kesinambungan bisnis mereka ketimbang berekspansi atau beberapa penyewa juga menunda perjanjian sewa.

Akan tetapi, negosiasi perpanjangan sewa tetap berlanjut, seperti beberapa kesepakatan yang sudah berlangsung sebelum pandemi. 

Baca juga: Jawa Tengah Trending, Bakal Primadona Baru Kawasan Industri?

Pada Kuartal II-2020, terdapat satu gedung yang selesai pembangunannya yaitu RDTX Place. Perkantoran grade A seluas 98.000 meter persegi ini terletak di Jalan Satrio; salah satu jalan utama di kawasan CBD Jakarta.

Adapun pasokan baru secara umum mencapai sekitar 170.000 meter persegi telah selesai yang membuat rata-rata tingkat hunian di kawasan CBD sedikit menurun menjadi 74 persen dibandingkan triwulan sebelumnya.

"Tidak ada penyelesaian proyek baru di area non-CBD menyebabkan tingkat hunian di wilayah ini tetap stabil di angka 77 persen," kata Head of Markets JLL Angela Wibawa.

Diharapkan, kegiatan sewa perkantoran akan meningkat mulai triwulan ketiga meskipun beberapa penyewa cenderung tetap berhati-hati.

Dari sisi pasokan, penambahan ruang grade A tidak akan terjadi pada sisa tahun ini, namun kami memperkirakan pasokan baru akan ada di setiap tahun hingga 2023. 

“Kami percaya bahwa pandemi ini akan lebih mempengaruhi permintaan jangka pendek ketimbang tarif sewa. Tingkat sewa telah menurun selama sekitar lima tahun terakhir akibat tingginya volume pasokan," imbuh dia.

Baca juga: PT Pos Properti Gandeng Pemda Bangun Co-Working Space

Untuk sektor ritel, sebagian besar mal tutup atau beroperasi secara terbatas selama periode Maret hingga Juni. Hanya beberapa toko dan layanan tertentu yang tetap buka.

Dengan kondisi tersebut, aktivitas sewa tertunda dan hanya beberapa perjanjian sewa baru yang disepakati selama triwulan ini.

“Terbatasnya pasokan dan tingkat kekosongan yang rendah dapat memberikan harapan pada pemilik mal-mal kelas menengah ke atas bahwa pasar ritel masih cukup kuat," timpal Head of Research JLL Indonesia James Taylor.

Namun demikian, pertumbuhan sewa selama beberapa tahun terakhir nampaknya akan terhenti sementara karena operator mal dan para penyewa melakukan penyesuaian di masa adaptasi kebiasaan baru.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau