Airbnb Bebankan Sumbangan kepada Tamu, Warganet Kritik Tajam

Kompas.com - 20/07/2020, 17:42 WIB
Ilustrasi layanan Airbnb. IstIlustrasi layanan Airbnb.

KOMPAS.com - Jaringan layanan penginapan asal Amerika Serikat, Airbnb, meluncurkan kampanye baru bertajuk "Kartu Kebaikan" untuk membantu para host ( pemilik properti) di tengah Pandemi Covid-19.

Kampanye tersebut dikirimkan pihak perusahaan melalui alamat e-mail para tamu yang menginap di properti tersebut untuk berkontribusi dalam memberikan komentar kepada pemilik rumah.

Namun, yang jadi permasalahan adalah pada 'Kartu Kebaikan" tersebut tertera kontribusi uang untuk membantu para pemilik di tengah kondisi ini.

"Seperti yang kita tahu, pemilik properti di Airbnb terpengaruh dampak Covid-19, dan banyak dari mereka tidak dapat menyambut tamu," tulis e-mail dari perusahaan kepada tamu yang menyewa properti.

Para tamu dapat mengklik "Kirim Kartu Kebaikan" yang dituju kepada pemilik yang saat itu tengah disewa unit propertinya.

Setelah itu, para tamu dapat memilih desain kartu, menulis pesan atau komentar, serta memilih menambahkan sedikit sumbangan kepada pemilik properti.

Hal itu memicu reaksi dan tuai kritikan tajam dari pengguna Twitter yang tak menerima adanya kampanye tersebut.

Baca juga: Airbnb Larang Tamu di Bawah 25 Tahun Gelar Pesta Tanpa Izin

Warganet Twitter mengeluh, kalau pemilik properti dianggap lebih mapan secara finansial ketimbang para tamu yang menginap di properti mereka.

Mereka beranggapan, buktinya para pemilik properti di Airbnb mempunyai beberapa rumah untuk disewakan.

"Mengapa saya menyumbang untuk tuan rumah? Saya saja bahkan tidak mampu membeli satu rumah," cuit akun Twitter @olenskae.

Banyaknya komentar negatif nyatanya membuat Juru Bicara Airbnb Ben Breit angkat bicara terkait persoalan tersebut.

Breit mengatakan, hal tersebut dilakukan untuk membuat para tamu dan pemilik properti dapat 'terhubung kembali' satu sama lain.

"Dengan semangat menghidupkan kembali koneksi, kami mengembangkan fitur baru yang memungkinkan para tamu untuk mengirim kartu virtual dengan pesan dukungan dan dorongan kepada tuan rumah yang menyediakan keramahtamahan yang luar biasa," kata Ben.

Baca juga: Sepi Pelanggan, Mitra Airbnb Jual Perabotan dan Aset Properti

Ben melanjutkan, kontribusi uang tersebut bukanlah paksaan melainkan secara sukarela yang dibebankan kepada para tamu.

Meski begitu, ada beberapa waraganet yang mendukung kampanye yang dibuat Airbnb ini.

Sebagai contoh, pemilik akun @apterson mengungkapkan, cara tersebut sangat bagus dilakukan untuk membangun komunitas mereka.

"Airbnb memang memiliki cara unik membangun komunitas, inisiatif 'kartu kebaikan' sangat mengagumkan," cuitnya.

Sebelumnya, Airbnb telah mengucurkan uang senilai 250 juta dollar AS atau ekuivalen Rp 4 triliun untuk membantu pemilik properti yang mengembalikan uang konsumen yang membatalkan pesanannya.

Hal tersebut dilakukan Airbnb sebagai bentuk kompensasi bagi pemilik properti yang mengembalikan uang sepenuhnya kepada tamu karena gagal melakukan liburan akibat Pandemi Virus Corona.



Sumber USA Today
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X