Kompas.com - 03/07/2020, 22:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, lahan food estate akan dikembangkan secara modern.

"Jadi kami memang fokusnya untuk menyiapkan food estate yang modern, sehingga tidak hanya dimanfaatkan saat produksi tetapi juga pasca-produksi," ucap Basuki dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (3/7/2020).

Dia menyebut, Kementerian PUPR beserta Kementerian Pertanian (Kementan) sepakat untuk memprioritaskan lahan seluas 28.000 hektar dan disiapkan untuk musim tanam Oktober-Maret.

Untuk itu, Kementerian PUPR mendukung manajemen water melalui rehabilitasi dan peningkatan saluran dan jaringan irigasi, baik mulai irigasi primer, sekunder, tersier maupun kuarternya.

Baca juga: Food Estate dan Kilas Balik Proyek Lahan Gambut Sejuta Hektar

Sedangkan Kementan sebagai pelaku utama untuk menyiapkan agriculture practice, seperti penyiapan saluran cacingan, cetak sawah, pupuk, bibit, hingga pasca-produksi.

Food estateDo. Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Food estate
Food estate akan dikembangkan di lahan aluvial seluas 165.000 hektar pada lahan eks Proyek Lahan Gambut (PLG).

Basuki mengatakan, dari luas tersebut, seluas 85.000 merupakan lahan fungsional yang sudah digunakan untuk berproduksi setiap tahunnya.

Sedangkan sisanya yakni 79.000 hektar masih berupa semak belukar. Dengan demikian, diperlukan pembersihan atau land clearing dan peningkatan irigasi tanpa perlu dilakukan cetak sawah kembali.

Baca juga: Food Estate 165.000 Hektar Eks Lahan Gambut Siap Berproduksi Tahun 2022

Hal senada dikemukakan Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil. Saat meninjau Pulang Kapas dan Kapuas, lokasi pengembangan food estate bersama Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, merupakan lahan eks-PLG.

Namun demikian, dapat dipastikan itu lahan aaluviaal, bukan lahan gambut seperti yang dibayangkan masyarakat," kata Sofyan.

Adapun kebutuhan anggaran untuk peningkatan irigasi sebesar Rp 1,9 triliun yang akan dilaksanakan pada tahun 2021-2022.

Basuki menambahkan, dari lahan fungsional seluas 85.000 hektar, sekitar 28.000 hektar memiliki kondisi irigasi yang baik.

Sedangkan seluas 57.200 hhektar masih perlu dilakukan rehabilitasi jarngan irigasi. Perkiraan anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp 1,05 triliun.

Food estateDok. Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Food estate
Pekerjaan rehabilitasi ini dikerjakan secara bertahap mulai tahun 2020 hingga 2022.

Rinciannya adalah pada tahun 2020 akan digarap lahan seluas 1.210 hektar senilai Rp 73 miliar.

Pada tahun ini, kegiatan rehabilitasi irigasi yang dilakukan Kementerian PUPR meliputi 4 kegiatan fisik yakni rehabilitasi seluas 1.210 hektar dengan anggaran Rp 26 miliar dan 2 kegiatan perencanaan seluas 164.595 hektare dengan anggaran Rp 47 miliar.

Kemudian pada tahun 2021, lahan yang digarap seluas 33.335 hektar senilai Rp 484,3 miliar.

Selanjutnya pada tahun 2022, luas lahan yang digarap 22.655 hektar dengan nilai Rp 497,2 miliar.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.