Demi Ketahanan Pangan Nasional, Proyek Bendungan Cipanas Dikebut

Kompas.com - 02/07/2020, 20:13 WIB
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dalam Konsultasi Regional (Konreg) PUPR 2020 di Manado, Senin (2/3/2020). Dokumentasi Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPRMenteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dalam Konsultasi Regional (Konreg) PUPR 2020 di Manado, Senin (2/3/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Konstruksi Bendungan Cipanas terus dikerjakan dan dan mengalami percepatan.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, konstruksi bendungan ini ditargetkan rampung pada akhir tahun 2022.

Hingga saat ini, progres pekerjaan fisik mencapai 59,72 persen.

Jika kelak beroperasi, Basuki mengharapkan Bendungan Cipanas dapat meningkatkan intensitas tanam di lahan pertanian yang diairi.

Bendungan ini juga akan dimanfaatkan sebagai tampungan air pengendali banjir untuk wilayah Indramayu dan sekitarnya.

Baca juga: Basuki Bantah Proyek Bendungan Sepaku Semoi Terkait Ibu Kota Baru

Hal ini karena kemampuannya mengurangi debit banjir sebesar 250 meter kubik per detik serta memiliki potensi untuk sektor pariwisata.

Dia menyampaikan, berdasarkan laporan jadwal pelaksanaan, konstruksi bendungan rencananya selesai pada tahun 2023. Namun dia meminta agar pembangunannya dipercepat.

"Namun hari ini saya minta agar pelaksanaan pekerjaan bisa dipercepat dan diselesaikan lebih cepat, yakni pada tahun 2022," kata Basuki seperti dikutip Kompas.com dari laman resmi Kementerian PUPR, Kamis (2/7/2020).

Bendungan Cipanas dibangun dengan dana sebesar Rp 1,3 triliun yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Konstruksinya dilaksanakan dalam dua paket pengerjaan.

Paket pertama dikerjakan oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk-PT Jaya Konstruksi Tbk dengan skema KSO, sementara paket 2 dikerjakan PT Brantas Abipraya (Persero).

Sebagai informasi, pembangunan Bendungan Cipanas mulai dikerjakan pada tahun 2017 dengan masa pelaksanaan hingga tahun 2021.

Infrastruktur ini merupakan salah satu bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) guna mendukung ketahanan air dan pangan Nasional.

Kondisi fisik bendungan disebut mampu memiliki daya tampung hingga 250 juta meter kubik.

Bendungan dengan total luas genangan 1.315 hektar ini diharapkan mengairi jaringan irigasi seluas 7.432 hektar di lahan pertanian Kabupaten Sumedang dan sebagian Kabupaten Indramayu.

Bendungan ini merupakan tipe urugan batu inti tegak yang dilengkapi dengan terowongan pengelak sepanjang 400 meter.

Tak hanya itu, bendungan tersebut juga berfungsi guna memnuhi kebutuhan air baku dengan kapasitas sebesar 850 liter per detik serta berpotensi menjadi sumber Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro sebesar 3 megawatt.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X