Hutama Karya Minta Pemerintah Segera Bayar Utang Rp 1,88 Triliun Pengadaan Tanah

Kompas.com - 01/07/2020, 20:38 WIB
Dana tersebut, sebut Budi, digunakan untuk talangan pengadaan tanah pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) sejak tahun 2016 hingga 2020. Dok. Hutama KaryaDana tersebut, sebut Budi, digunakan untuk talangan pengadaan tanah pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) sejak tahun 2016 hingga 2020.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Hutama Karya (Persero) meminta pemerintah untuk segera membayar utang sebesar Rp 1,882 triliun.

"Kami berharap pemerintah dapat segera membayarkan sisa utang tersebut sehingga bisa digunakan untuk mempercepat pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS)," kata Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero) Budi Harto, Rabu (1/7/2020).

Piutang tersebut merupakan dana talangan pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum dalam rangka pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN).

Budi menjelaskan, piutang tersebut berasal dari pembebasan lahan JTTS senilai Rp 8,016 triliun sejak tahun 2016 hingga 2020.

Dari jumlah itu, Pemerintah telah membayar sebanyak Rp 6,134 triliun. Sisanya yakni senilai Rp 495 miliar sudah diverifikasi oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) namun belum dibayarkan.

Baca juga: Hutama Karya Siap Bangun Kawasan Industri Sekitar Tol Trans-Sumatera

Sedangkan sebagian dana lainnya sejumlah Rp 1,388 triliun masih dalam proses verifikasi oleh BPKP.

Hingga saat ini terdapat piutang ke negara yang masih outstanding sebesar Rp 1,882 triliun.

Hutama Karya diketahui telah membangun Tol Trans-Sumatera sepanjang 588 kilometer.

Dari total panjang tersebut, sepanjang 368 kilometer telah beroperasi secara penuh.

Ruas-ruas tersebut antara lain Medan-Binjai seksi 2 dan 3 sepanjang 17 kilometer, Palembang-Indralaya 22 kilomter, Bakauheni-Terbanggi Besar 140 kilometer, dan  Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung sepanjang 189 kilometer.

Pada tahun ini, perseroan menargetkan penyelesaian beberapa ruas Tol Trans-Sumatera, yakni Pekanbaru-Dumai sepanjang 131 kilometer. Progres konstruksi jalan bebas hambatan tersebut mencapai 97 pesen.

Kemudian Tol Sigli-Banda Aceh seksi 4 indrapuri-Blang Bintang sepanjang 13,5 kilometer. Progres pembangunannya mencapai 99 persen.

Terakhir, perusahaan juga menargetkan penyelesaian Tol Medan-Binjai seksi 1 Tanjung Mulia-Helvetia sepanjang 6 kilometer pada pertengahan tahun 2021.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X