Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kinerja Mulai Pulih, Saran Analis: Segera Koleksi Saham Emiten Properti

Kompas.com - 29/06/2020, 15:31 WIB

Pekerja terdaftar atau peserta Tapera nantinya akan dikenakan iuran simpanan sebesar 3 persen dari gaji atau upah.

Iuran yang dipotong dari gaji pekerja secara periodik itu akan dikembalikan setelah masa kepesertaan berakhir.

Baca juga: Lippo Mulai Serah Terima Kunci Meikarta Secara Bertahap

Hans juga menilai permintaan properti di pinggiran ibu kota akan semakin menggeliat sebagai dampak perubahan daya hidup akibat Covid-19, dari yang biasa ke mal kini banyak tinggal di rumah. 

Perumahan dengan harga Rp 300 juta pun makin banyak diburu pembeli.

Faktor pendorong lain adalah pemangkasan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI) sebesar 25 basis poin menjadi 4,25 persen serta tingkat suku bunga deposit facility dan bunga lending facility menjadi masing-masing 3,5 persen dan 5,0 persen turut menjadi katalis pendongkrak sektor properti.

Kebijakan new normal yang disambut dengan dibukanya pusat pusat perbelanjaan juga akan membuat emiten yang bergerak di pengembangan mal atau memiliki jaringan mal mengalami pemulihan.

Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta menambahkan, salah satu faktor pendorong bagi saham properti yaitu kebijakan pelonggaran moneter. 

Pendorong lain, developer juga cenderung mengandalkan recurring income, ini akan tetap jadi andalan.

Baca juga: Genjot Penjualan Proyek Serang, Ciputra Fokus Pemasaran Online

Menurut Nafan, saat ini dari sisi aset, hampir semua pengembang, mengalami kenaikan.

Bahkan, para pengembang mampu meningkatkan aset karena menerapkan sejumlah inovasi di berbagai produk properti, sekaligus juga tetap komitmen melanjutkan setiap proyek.

Kepala Riset Reliance Sekuritas Lanjar Nafi menyampaikan, dalam jangka panjang ekonomi Indonesia juga akan terus tumbuh. Sejumlah sektor akan terdorong, salah satunya properti.

B"lagi proyek infrastruktur tetap berlanjut. Ini memberi sentimen positif. Emiten properti seperti LPKR dalam jangka panjang kinerja membaik, juga bisa meraup untung," tuntas dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+