Daftar Proyek Preservasi Jalan yang Didanai Surat Berharga Syariah

Kompas.com - 29/06/2020, 10:42 WIB
Ilustrasi jalan Kementerian PUPRIlustrasi jalan

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, kemampuan pendanaan pemerintah untuk pembiayaan infrastruktur melalui Anggaran Pendapatan dan Belanda Negara (APBN) APBN sangat terbatas.

Oleh karenanya dibutuhkan inovasi pembiayaan lain, salah satunya melalui Surat Berharga Syariah Negara ( SBSN) atau Sukuk Negara.

" Kementerian PUPR memanfaatkan secara optimal potensi alternatif pembiayaan seperti SBSN untuk mengurangi kesenjangan antara kebutuhan dengan kemampuan pembiayaan APBN dalam pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur," ucap Basuki seperti dikutip Kompas.com dari laman resmi Kementerian PUPR, Senin (29/6/2020).

Basuki menuturkan, fokus pelaksanaan proyek jalan dan jembatan dengan pembiayaan SBSN meliputi peningkatan kemantapan jalan lintas utama dan mendukung Sistem Logistik Nasional (SISLOGNAS).

Pembiayaan melalui SBSN diprioritaskan pada ruang yang saudah berfungsi dan bisa memacu konektivitas jalan yang sudah ada.

Baca juga: Gunakan Dana SBSN Rp 553,57 Miliar, Jembatan Musi IV Sudah Dibuka

Salah satu ruas jalan yang memanfaatkan pembiayaan melalui model ini adalah Jalan batas Provinsi Jambi-Peninggalan sepanjang 90,15 kilometer.

Anggaran yang dikucurkan untuk pemanttapan jalan ini sebesar Rp 193 miliar. Hingga saat ini, progres konstruksi jalan tersebut mencapai 85,47 persen.

Setelah preservasi selesai dilaksanakan, diharapkan jalan ini dapat meingkatkan waktu tempuh dari 3,5 jam menjadi 32 jam perjalanan.

Selain ruas tersebut proyek preservasi jalan lainnya dilakukan di Jalan Peningggalan-Sei-Lilin-Betung sepanjang 77,74 kilometer.

Progres fisik pekerjaan tersebut kini mencapai 81,35 persen dengan total nilai kontrak sebesar Rp 209,6 miliar.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X