Terus Berlanjut, Pengendalian Lumpur Sidoarjo Butuh Rp 0,28 Triliun

Kompas.com - 25/06/2020, 21:36 WIB
Warga korban lumpur Lapindo mengikuti acara silaturahim dan doa bersama, menandai peringatan 11 tahun bencana di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (25/5/2017). Sejak Mei 2006 silam, semburan lumpur telah menggenangi 16 desa di tiga kecamatan yang membawa dampak besar bagi masyarakat sekitar hingga aktivitas perekonomian di Jawa Timur. AFP PHOTO / JUNI KRISWANTOWarga korban lumpur Lapindo mengikuti acara silaturahim dan doa bersama, menandai peringatan 11 tahun bencana di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (25/5/2017). Sejak Mei 2006 silam, semburan lumpur telah menggenangi 16 desa di tiga kecamatan yang membawa dampak besar bagi masyarakat sekitar hingga aktivitas perekonomian di Jawa Timur.

Pengelolaan lumpur Sidoarjo yang telah dilakukan berupa pengendalian lumpur dengan pengaliran lumpur ke Kali Porong.

Lumpur tidak bisa mengalir secara gravitasi ke Kali Porong. Untuk itu dibuat tanggul cincin di pusat semburan untuk mengarahkan aliran lumpur melalui spillway dan dipompa keluar ke Kali Porong.

Baca juga: Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo Masuk Struktur Kementerian PUPR

Oleh karenanya, pengaliran lumpur ke Kali Porong dilakukan secara mekanis menggunakan lima unit kapal keruk melalui jaringan pipa. Jarak pengaliran dari kolam ke Kali Porong sekitar 1.918 meter.

Kegiatan lain yang dilaukan adalah penataan lingkungan untuk pemanfaatan kawasan sebagai tujuan geowisata dengan memperhatikan lingkungan sekitar, beberapa sisi areanya bisa dikunjungi oleh masyarakat umum.

Selanjutnya, PPLS juga bertugas mengendalikan banjir di kawasan terdampak menggunakan pompa pengendali.

 

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X