Mulai Bekerja, GTRA Susun Tim Inti Percepatan Proyek Strategis Nasional

Kompas.com - 22/06/2020, 13:26 WIB
Deretan rumah yang dibangun warga di atas tanah sengketa di Mesuji, Lampung, Kamis (2/8/2012). Konflik tanah dan tambang yang akhir-akhir ini merebak diduga salah satunya karena masyarakat tidak dilibatkan dalam mengolah tanah atau tambang untuk kesejahteraan warga.

KOMPAS/HERU SRI KUMORODeretan rumah yang dibangun warga di atas tanah sengketa di Mesuji, Lampung, Kamis (2/8/2012). Konflik tanah dan tambang yang akhir-akhir ini merebak diduga salah satunya karena masyarakat tidak dilibatkan dalam mengolah tanah atau tambang untuk kesejahteraan warga.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Menteri Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasonal (ATR/BPN) Surya Tjandra mengatakan, Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) telah memulai konsolidasi dan koordinasi pelaksanaan Program Strategis Nasional (PSN) dengan para pemangku kepentingan.

Hal ini sejalan dengan amanat Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk melakukan percepatan pelaksanaan PSN guna mendorong pemulihan dan penguatan ekonomi rakyat dalam menyosong normal baru (new normal).

"Saat ini sedang disusun tim kerja inti dan jejaring seluruh Indonesia, mulai dari organisasi ATR/BPN, Pemerintah Daerah, Kementerian/Lembaga (K/L), serta masyarakat. Identifikasi akar masalah yang ada dan kegiatan-kegiatan untuk mengatasinya juga sedang disusun." ucap Surya kepada Kompas.com, Senin (22/6/2020).

Surya merupakan Koordinator Pelaksana GTRA Nasional yang bertugas sebagai fasilitator seluruh Kepala Daerah (Provinsi dan Pabupaten) di mana mereka berada.

Selain itu, ia juga melayani seluruh Kementerian/Lembaga terkait (K/L) yang membutuhkan informasi sekaligus memiliki program pembangunan yang bisa membantu pelaksanaan Reforma Agraria.

Menurut Surya, konsolidasi dan koordinasi tersebut dapat menghasilkan analisis untuk menemukan akar permasalahan yang kerap terjadi. Selanjutnya, akan disiapkan langkah untuk mengatasi masalah tersebut.

Baca juga: Fase New Normal Dinilai sebagai Momentum Percepatan Reforma Agraria

Selain itu, GTRA juga bekerja sama dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) ATR/BPN dan Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) atau sekolah kedinasan milik Kementerian ATR/BPN di Yogyakarta, dan kelompok epistemik (intelektual) dari berbagai kampus dan lembaga riset yang sudah dan sedang disiapkan.

Tujuannya, untuk memberi masukan secara terus menerus dan memberi inforimasi blind spots (titik-titik buta) yang akan dihadapi oleh GTRA.

“Pemerintah mempunyai komitmen dan konsep yang jelas untuk memastikan Reforma Agraria yang dibutuhkan rakyat Indonesia sudah berjalan di jalur yang benar," ucap Surya.

Dalam pelaksanaannya, Reforma Agraria dilaksanakan melalui dua mekanisme yakni, penataan aset dan penataan akses sesuai dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 86 tahun 2018 tentang Reforma Agraria.

Surya berharap, pembentukan GTRA ini dapat mengurangi ketimpangan kepemilikan pertanahan dan membereskan tata laksana keagrariaan.

"Apapun hasilnya kalau Tuhan berkenan, saya akan melaporkannya kepada publik dan menyerahkannya kepada Menteri dan Wakil Menteri berikut sebagai bahan awal mereka bekerja nantinya," tutup Surya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Nongsa D-Town Diresmikan, Ada Pusat Film dan Animasi Ala Hollywood

Nongsa D-Town Diresmikan, Ada Pusat Film dan Animasi Ala Hollywood

Berita
Daliana Suryawinata, Satu-satunya Arsitek Perempuan Indonesia yang Masuk Daftar Architizer A+A Awards

Daliana Suryawinata, Satu-satunya Arsitek Perempuan Indonesia yang Masuk Daftar Architizer A+A Awards

Arsitektur
Saltmine Raup Pendanaan Seri A Senilai Rp 285 Miliar

Saltmine Raup Pendanaan Seri A Senilai Rp 285 Miliar

Perkantoran
Perluas Jangkauan Pasar, ACP Tunjuk Travelio Kelola LRT City Ciracas

Perluas Jangkauan Pasar, ACP Tunjuk Travelio Kelola LRT City Ciracas

Apartemen
Tingkatkan Minat Baca, Lotte Renovasi Tiga Perpustakaan Sekolah di Jakarta

Tingkatkan Minat Baca, Lotte Renovasi Tiga Perpustakaan Sekolah di Jakarta

Fasilitas
Setelah PPN, Pengembang Minta BPHTB Diturunkan Jadi 2,5 Persen

Setelah PPN, Pengembang Minta BPHTB Diturunkan Jadi 2,5 Persen

Berita
Krakatau Bandar Samudera dan KAI Siapkan Infrastruktur Logistik Terintegrasi

Krakatau Bandar Samudera dan KAI Siapkan Infrastruktur Logistik Terintegrasi

Kawasan Terpadu
Pertama Kali dalam Sejarah Beli Rumah Bebas PPN, REI: Harus Dimanfaatkan Konsumen

Pertama Kali dalam Sejarah Beli Rumah Bebas PPN, REI: Harus Dimanfaatkan Konsumen

Berita
Mata Air Hilang akibat Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung, Ini Tanggapan KCIC

Mata Air Hilang akibat Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung, Ini Tanggapan KCIC

Berita
Masuki Tahap Akhir, Konstruksi Tol Cengkareng-Kunciran Tuntas Maret 2021

Masuki Tahap Akhir, Konstruksi Tol Cengkareng-Kunciran Tuntas Maret 2021

Berita
Restorative Justice Tata Ruang Diterapkan, Ahli: Berkaitan dengan Pemulihan

Restorative Justice Tata Ruang Diterapkan, Ahli: Berkaitan dengan Pemulihan

Kawasan Terpadu
[POPULER PROPERTI] Lintasan Balap MotoGP The Mandalika Mulai Diaspal

[POPULER PROPERTI] Lintasan Balap MotoGP The Mandalika Mulai Diaspal

Berita
Pemerintah Terapkan Restorative Justice bagi Pelanggar Tata Ruang, Apa Itu?

Pemerintah Terapkan Restorative Justice bagi Pelanggar Tata Ruang, Apa Itu?

Kawasan Terpadu
PPN Rumah Rp 2 Miliar-Rp 5 Miliar Didiskon Pemerintah 50 Persen

PPN Rumah Rp 2 Miliar-Rp 5 Miliar Didiskon Pemerintah 50 Persen

Berita
Siap-siap, Pemerintah Bakal Guyur Insentif Sektor Hotel, Kafe dan Restoran

Siap-siap, Pemerintah Bakal Guyur Insentif Sektor Hotel, Kafe dan Restoran

Berita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X