Rumah Genteng Bekas, Unik dan Menarik

Kompas.com - 14/06/2020, 07:00 WIB
Deretan genteng yang ditata berdiri menciptakan efek fasad yang unik.

arsitag.comDeretan genteng yang ditata berdiri menciptakan efek fasad yang unik.

Pada arsitektur rumah minimalis ini, SASO Architecture Studio memanfaatkan limbah genteng sebagai lapisan kedua di bagian atap.

Bentuk dan warna genteng yang khas, didukung penataannya yang spesial telah membuat genteng menjadi elemen estetik, baik untuk eksterior maupun interior hunian.

Genteng-genteng yang ditata tegak berderet dan bertingkat ini sekaligus berfungsi untuk mengurangi paparan panas sinar matahari. 

Selain itu, lapisan kedua atap berfungsi pula sebagai pelindung bukaan besar yang berada di baliknya. 

2. Dominasi Warna Monokrom yang Elegan

Warna monokrom yang elegan dari warna genteng gelap dan dinding putih.

arsitag.com Warna monokrom yang elegan dari warna genteng gelap dan dinding putih.

Arsitektur fasad genteng bergaya minimalis ini memiliki bentuk geometris yang tegas. Jelas terlihat, rumah genteng ini berbentuk seperti susunan kotak kubus.

Atapnya tak berbentuk segitiga, tetapi datar tanpa lekukan-lekukan.

Selain genteng bekas pakai untuk lapisan kedua pada atapnya, hunian ini pun menggunakan material bangunan sederhana dan mudah ditemukan, seperti beton, baja, dan kaca.

Teras rumah minimalis dengan skylight.

arsitag.com Teras rumah minimalis dengan skylight.

Keunikan desain fasad rumah dengan penggunaan genteng bekas didukung pula dengan penerapan warna monokrom yang menjadi salah satu ciri khas rumah minimalis

Adapun komposisi warna monokrom yang mendominasi rumah minimalis mungil ini terdiri dari warna putih, hitam, dan abu-abu.

Halaman:


Sumber
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X