Tahun Ini, Kunjungan Turis Asing Diprediksi Anjlok hingga 50 Persen

Kompas.com - 09/06/2020, 17:18 WIB
Ilustrasi hotel SHUTTERSTOCKIlustrasi hotel

KOMPAS.com - Covid-19 berdampak pada seluruh aktivitas, terutama pariwisata. Pembatasan penerbangan menjadi salah satu hal yang membuat kunjung turis asing di berbagai negara anjlok.

Terlebih hingga saat ini, pemerintah masih memberlakukan pembatasan perjalanan internasional.

Hal ini membuat jumlah kunjungan turis asing ke Indonesia diperkirakan anjlok, termasuk dari Singapura, Australia, China dan India yang selama ini menjadi pasar terbesar Indonesia.

Founder and CEO Hotel Investment Strategies LLC Ross Woods memperkirakan pengunjung internasional ke Indonesia akan turun sekitar 50 persen, dari 16,1 juta pada 2019 menjadi 8,4 juta pada 2020.

Baca juga: Kunjungan Turis Anjlok karena Corona, Bali Harus Manfaatkan Cara Lain

Kemungkinan lainnya, jumlah pengunjung internasional diproyeksikan turun hingga 60 persen menjadi antara 6,8 juta hingga 10 juta pada tahun ini.

Ross menambahkan, ada kemungkinan sebesar 60 persen jika kunjungan dari Singapura menurun antara 25 persen ingga 36 persen pada tahun 2020.

Dia juga memprediksi, kunjungan turis asing ke Indonesia akan kembali normal sebelum tahun 2024.

Apabila dirinci, perkiraan total pengunjung dari Singapura pada tahun ini sebanyak 1,3 juta, merosot 31 persen atau 1,9 juta pada tahun 2019.

Baru pada tahun 2022, total pengunjung asal Singapura sebanyak 1,9 juta akan dicapai kembali.

Menurut analisa, pengunjung dari China pada tahun ini juga berkurang signifikan. Pada tahun 2020, diperkirakan hanya ada 820.000 pengunjung, dari tahun sebelumnya yang mencatatkan angka 2,1 juta.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X