Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kunjungan Turis China ke Bali Anjlok, Indonesia Berharap pada Eropa

Kompas.com, 7 Januari 2020, 12:17 WIB
Rosiana Haryanti,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Perang dagang antara Trump dan China serta Brexit di Inggris, merupakan dua kondisi yang menyebabkan ketidakpastian perusahaan. Bahkan, situasi tersebut juga turut memengaruhi pariwisata di Indonesia.

Kedua situasi ini juga menyebabkan kunjungan warga China ke Bali turut terkena dampaknya.

Founder & CEO Hotel Investment Strategies LLC Ross Woods menuturkan, kunjungan warga China ke Pulau Dewata menurun dari sekitar 1,4 juta pada tahun 2018 menjadi 1,17 juta pada 2019 atau sebesar 14 persen.

Penurunan kedatangan warga Negeri Tirai Bambu tersebut akan terus berlanjut pada tahun ini dengan angka prediksi 1,113 juta atau merosot 4,9 persen.

Baca juga: Perhotelan di Jawa Barat Tumbuh 16,4 Persen

Dengan ketidakpastian seputar pasar China, otoritas pariwisata Indonesia saat ini megarahkan perhatian pada pemasaran di Eropa.

Woods memperkirakan kedatangan pengunjung dari Eropa sebesar 1,48 juta pada 2019 atau naik sebesar 6,6 persen dari tahun sebelumnya.

"Kami berharap lonjakan pengunjung dari Eropa pada 2020 tumbuh sebesar 17 persen hingga mencapai 1,7 juta. Sejak 1990, jumlah pengunjung dari Eropa telah tumbuh pada compound annual growth rate (CAGR) sebesar 9,7 persen," kata Woods seperti dikutip Kompas.com dari dari Hotel Investment Strategies.

Kunjungan internasional meningkat

Meski pasar China masih dirundung ketidakpastian, kunjungan internasional ke Bali diperkirakan meningkat.

"Berdasarkan model peramalan jangka pendek univariate kami, kami memperkirakan jumlah kedatangan pengunjung internasional ke Bali meningkat sekitar 3 persen menjadi hampir 6,25 juta pada tahun 2019," ujar Woods.

Dia menambahkan, pada tahun 2020, kunjungan internasional ke Bali diproyeksi meningkat sebesar 10,2 persen menjadi hampir 6,9 juta orang.

Australia tetap menjadi pasar utama bagi Bali. Woods memperkirakan kedatangan pengunjung mencapai 1,2 juta pada 2019 atau naik sebesar 5,5 persen dari 2018.

"Dengan CAGR 10,7 persen sejak 2002, kami memperkirakan 1,3 juta pengunjung dari Australia pada 2020, naik 9,6 persen dari  2019," ucap dia.

Kinerja okupansi

Menurut Woods, hotel-hotel di Bali telah mencapai tingkat keterisian atau okupansi mencapai lebih dari 60 persen, dengan titik terendah 61,5 persen pada 2014 sedangkan titik tertinggi mencapai 67,8 persen pada 2018.

Sementara berdasarkan performa hotel pada periode Januari hingga Oktober 2019, Woods memproyeksikan rerata okupansi untuk hotel bintang lima pada 2019 sebesar 56,1 persen.

Angka ini lenih rendah 8,8 persen dibanding tahun sebelumnya.

Sedangkan untuk tahun 2020, Woods memprediksi ada peningkatan rerata okupansi menjadi 60,5 persen.

Woods menuturkan, pada periode tahun 1990 hingga 2003, rerata lama menginap atau average length of stay (ALOS) di hotel bintang lima adalah empat malam.

Tetapi, angka ini terus melorot sejak tahun 2014 menjadi hanya 3,42 dan 3,05 pada tahun berikutnya.

"Kami memprediksi rerata lama menginap menjadi 3,08 malam pada 2019 dan 3,14 pada 2020 untuk hotel bintang lima," tuntas Woods.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau