Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tips Praktis bagi Arsitek Hadapi Era "New Normal"

Kompas.com, 9 Juni 2020, 07:00 WIB
Rosiana Haryanti,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Selama masa pandemi, seluruh sektor perekonomian terdampak. Bahkan dunia desain dan arsitektur pun tak luput terkena imbasnya.

Setelah melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna mengatasi pandemi, pemerintah menggaungkan wacana normal baru atau new normal.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengeluarkan pernyataan bahwa masyarakat Indonesia harus hidup dan berdamai dengan Covid-19.

Terkait hal ini, arsitek serta Editor in Chief Arsitag Evan Kriswandi membagikan rekomendasi yang bisa diimplementasikan oleh para arsitek, desainer, maupun praktisi desain dalam menghadapi era kenormalan baru.

Meningkatkan profil digital

Kondisi normal baru mempercepat digitalisasi dalam segala hal, tak terkecuali dunia arsitektur dan desain.

Evan menyarankan, arsitek dan desainer perlu untuk lebih hadir secara digital. Caranya adalah dengan memiliki profil digital untuk memajang portofolio dan profil.

Fase new normal menuntut adanya peruubahan ini. Evan menambahkan, dunia digital nantinya akan menjadi tempat utama calon klien mencari atau berkenalan dengan arsitek atau desainer pilihannya.

Kembali belajar

Evan menuturkan, arsitektur dan desain adalah keahlian yang tidak pernh berhenti berevolusi. Oleh karenanya, arsitek dan desainer dituntut untuk selalu belajar.

"Masalahnya, profesi ini telah terkenal menuntut terlalu banyak waktu sehingga tidak ada lagi waktu tersisa untuk menimba ilmu kembali," ucap Evan menjawab pertanyaan Kompas.com, Senin (8/6/2020).

Baca juga: Simak, Peluang Arsitek pada Masa Kenormalan Baru

Untuk itu dia menyarankan, apabila pandemi membuat proyek menjadi terhambat dan mulai memiliki waktu luang, maka arsitek dan desainer bisa menggunakannya untuk memperkaya ilmu.

Dia mengatakan, saat ini banyak sumber dari universitas terkemuka di dunia yang menawarkan kuliah daring gratis.

Seperti The University of Sydney, Harvard Graduate School of Design, Massachusetts Institute of Technology (MIT), hingga Princeton University.

Bahkan kanal Netflix juga menyediakan siaran edukasi khusus desain bertajuk Abstract The Art f Design.

Berorganisasi

Evan menyarankan agar arsitek dan desainer menyisihkan waktu untuk berorganisasi. Bagi profesi arsitek, organisasi memiliki peran besar untuk keberhasilan jangka panjang.

Selain itu, berorganisasi juga bisa memperkaya pengetahuan, menambah dukugan moral, serta memperluas pertemanan.

Dengan beroganisasi, arsitek dan desainer bisa menjalin kerja sama dengan rekan seprofesi bahkan menciptakan peluang-peluang baru.

Untuk arsitek, mereka bisa bergabung dengan Ikatan Arsitek Indonesia serta Himpunan Desainer Interior bagi desainer.

"Arsitek dan desainer bisa saling berbagi dalam event-event online, mengikuti perkembangan desain terkini, berkompetisi dalam sayembara, saling mendukung, dan tentu saja tidak menutup peluang untuk berkolaborasi," tutur dia.

Jangan malu merambah bisnis lain

Arsitektur dan desain adalah sebuah teknik pemecahan masalah atau problem solving. 

Oleh karenanya, apabila bisnis bila bisnis arsitektur dan desain tersendat, tidak ada salahnya arsitek dan desainer juga menjajaki bisnis lain untuk mendukung kondisi finansialnya.

"Temukan masalah yang ada dalam kondisi saat ini dan rancang solusi yang bisa dijual secara online," tutur Evan.

Baca juga: Lima Arsitek Asia Ciptakan Desain Rumah untuk Situasi Pandemi

Dengan demikian, dibanding menunggu proyek datang, arsitek dan desainer bisa membuat proyek atau bisnis sendiri.

Bisnis ini bisa dirintis dengan skala kecil sembari memperhatikan perkembangannya.

Evan berpesan, arsitek dan desainer tidak perlu gengsi untuk merambah ke bisnis lain.

"Ada banyak sekali kisah pebisnis yang sukses lantaran latar belakang keilmuan arsitektur dan desain yang membekali mereka dengan problem solving mindset, higher order thinking, dan atensi terhadap detail," pungkas dia.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau