Simak, Peluang Arsitek pada Masa Kenormalan Baru

Kompas.com - 08/06/2020, 20:32 WIB
Ilustrasi arsitek yang bekerja. ShutterstockIlustrasi arsitek yang bekerja.

JAKARTA, KOMPAS.com - Masyarakat mulai beradaptasi, hidup berdampingan dengan virus penyebab Covid-19, tentunya dengan protokol kesehatan yang harus diikuti agar tak turut terjangkit.

Hal ini yang kemudian disebut dengan new normal atau kenormalan baru. Secara sederhana, new normal ini hanya melanjutkan kebiasaan yang dilakukan selama isolasi di rumah, ke dalam kehidupan yang lebih luas.

Salah satu profesi yang terdampak pandemi Covid-19 dan harus beradaptasi dengan kenormalan baru adalah arsitek. 

Menurut arsitek, urban designer, serta Editor in Chief Arsitag, Evan Kriswandi, selama pandemi dan kenormalan baru, ada peluang yang masih bisa dieksplorasi.

Berikut peluang tersebut

Melakukan renovasi rumah

Kondisi saat ini membuat banyak orang menghabiskan waktu lebih panjang di dalam rumah dibandingkan sebelumnya.

Evan berpendapat, hal ini bisa saja membuat orang-orang merasa tidak nyaman. Namun, hal ini bisa disiasati dengan beragam cara, satu di antaranya melakukan renovasi.

Apabila sebelumnya hunian hanya dirancang sekadarnya, saat ini arsitek bisa menawarkan jasanya untuk membuat rumah terasa lebih nyaman bagi penghuninya.

Evan mengatakan, ada beberapa renovasi rumah yang bisa dilakukan seperti merombak ruangan loteng, garasi, atau basement guna dijadikan ruang kerja.

Kemudian merenovasi dapur. Evan berpendapat, banyak orang kini sering meluangkan waktunya berada di dapur.

Baca juga: New Normal di Kantor, Apa yang Harus Dilakukan Manajemen?

"Renovasi dapur mungkin juga akan semakin populer karena banyak orang yang kini menjadi chef dadakan setiap harinya," tutur Evan menjawab pertanyaan Kompas.com.

Selain itu, bagian rumah lain yang bisa dirombak adalah taman serta teras. Para penghuni kini menginginkan adanya kenyamanan di dalam rumah.

Bahkan mereka juga ingin merombak area ini menjadi tempapt nongkrong luar ruangan sebagai pengganti lokasi-lokasi instagrammable yang tidak bisa dikunjungi.

Ilustrasi desain kantor pasca-pandemiSHUTTERSTOCK Ilustrasi desain kantor pasca-pandemi
Renovasi kantor

Masa kenormalan baru menjadi tantangan bagi sektor perkantoran. Selain harus menjaga ruangan agar tetap steril, pengelola pun perlu membuat aturan agar aturan physical distancing tetap terjaga.

Dalam fase ini, perusahaan-perusahaan dunia tengah merombak cara mereka bekerja. Seperti Twitter. Perusahaan ini mengumumkan bahwa karyawan mereka boleh bekerja dari rumah untuk selamanya.

Setelah Twitter, Facebook menyusul dengan memperbolehkan karyawannya mengajukan proposal apabila ingin bekerja dari rumah seterusnya.

Raksasa internet Google ikut serta. Perusahaan ini memperbolehkan pekerjanya melakukan aktivitas dari rumah hingga akhir tahun.

Tren ini diprediksi akan diikuti oleh perusahaan-perusahaan lain yang berusaha beradaptasi dengan kenormalan baru.

"Ini akan mengubah kebutuhan akan kantor bersama dan tentunya juga konfigurasi interior untuk mendukung physical distancing," ucap Evan.

Renovasi fasilitas kesehatan

Selama pandemi, berbagai bangunan diubah menjadi tempat isolasi. Tak hanya rumah sakit, klinik, hotel, hingga mal pun digunakan sebagai lokasi isolasi pasien Covid-19.

Baca juga: Ubah Konsep Mal, Siasat Pengembang Bertahan Saat Normal Baru

Dengan adanya kasus Covid-19, tata letak bangunan perlu diperhatikan guna memisahkan pasien biasa dengan pasien terinfeksi.

Rumah prefabrikasi

Evan meyakini kondisi kenormalan baru menuntut penyesuaian konstruksi di lapangan dengan meminimalisasi kontak fisik antar pekerja,

Dia berpendapat, konsep rumah fabrikasi akan dibutuhkan. Konsep hunian fabrikasi adalah rumah yang komponennya sudah dibangun atau dirakit di pabrik lalu dirakit di lokasi yang diinginkan.

Sayangnya, di Indonesia belum banyak pemain konstruksi yang menerapkan ide ini.

Menurut Evan, konsep rumah fabrikasi bisa menjadi peluang bagus bagi arsitek serta desainer interior untuk memunculkan ide-ide baru.

Mereka juga bisa berkolaborasi dengan supplier serta pemain manufaktur untuk menawarkan pilihan konstruksi fabrikasi ke pasar.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X