India Buka Mal, Restoran, dan Rumah Ibadah 8 Juni di Wilayah Tertentu

Kompas.com - 01/06/2020, 13:28 WIB
Jyoti Kumari Paswan (tengah bawah) bersama keluarganya di desa Siruhully, distrik Darbhanga, India, pada 23 Mei 2020. Jyoti (15) ditawari uji coba masuk timnas India, setelah menggendong ayahnya dengan bersepeda sejauh 1.200 km selama tujuh hari. AFP/STRJyoti Kumari Paswan (tengah bawah) bersama keluarganya di desa Siruhully, distrik Darbhanga, India, pada 23 Mei 2020. Jyoti (15) ditawari uji coba masuk timnas India, setelah menggendong ayahnya dengan bersepeda sejauh 1.200 km selama tujuh hari.

JAKARTA, KOMPAS.com - Perdana Menteri India Narendra Modi memperingatkan warganya untuk tetap waspada meskipun pembatasaan akan segera dicabut.

Hal ini karena kasus harian Covd-19 di India masih terus meningkat.

India sebagai negara yang memiliki masa lockdown terpanjang di dunia, akan mulai membuka akses wilayah tertentu pada Juni.

Sedangkan untuk zona berisiko tinggi, pembatasan masih diberlakukan.

"Pertarungan melawan virus corona sangat ketat, kita tidak bisa lengah," ujar Modi dalam pidato radio nasionalnya dikutip Kompas.com dari Reuters, Minggu (31/5/2020).

Baca juga: Rencana Pembangunan Gedung Parlemen India Dikritik Keras

Untuk wilayah India tertentu, Pemerintah India telah mengizinkan restoran, mal dan tempat ibadah untuk dibuka kembali pada 8 Juni mendatang.

Sedangkan, untuk wilayah yang berisiko tinggi penyebaran Covid-19, pemerintah India memperpanjang lockdown hingga 30 Juni.

"Mengenakan masker, sarung tangan, dan mengikuti aturan jarak sosial sangat penting terus dilakukan karena semua orang akan segera mulai keluar dari rumah mereka," lanjut Modi.

Hingga saat ini, Covid-19 telah menginfeksi lebih dari 182.000 orang dan merenggut 5.164 nyawa di India.

Sebelumnya, para kritikus India kurang setuju terhadap kebijakan lockdown.

Mereka menilai kebijakan lockdown adalah perencanaan yang buruk karena menyebabkan jutaan orang miskin semakin terdampak.

Pemerintah negara bagian diharapkan dapat mengidentifikasi zona lockdown dan menemukan cara lain untuk membuka kembali angkutan umum dan bisnis.

"Kuncian itu bukan rute yang tepat untuk memutus rantai virus seperti yang diklaim pemerintah Modi sambil memaksakan tindakan keras," kata mereka.



Sumber Reuters
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X