Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Iran Buka Kembali Masjid untuk Umum

Kompas.com - 31/05/2020, 18:51 WIB
Sejumlah pekerja melakukan shalat di atap sebuah bangunan tempat tinggal di dekat sebuah masjid, selama pembatasan kegiatan yang diberlakukan untuk mencegah penyebaran virus corona, di Teluk Emirat, Dubai, Selasa (21/4/2020). Rasa jenuh selama masa karantina pencegahan virus corona, menjadikan area atap rumah atau apartemen banyak difungsikan warga sebagai alternatif lokasi berkegiatan. AFP/KARIM SAHIBSejumlah pekerja melakukan shalat di atap sebuah bangunan tempat tinggal di dekat sebuah masjid, selama pembatasan kegiatan yang diberlakukan untuk mencegah penyebaran virus corona, di Teluk Emirat, Dubai, Selasa (21/4/2020). Rasa jenuh selama masa karantina pencegahan virus corona, menjadikan area atap rumah atau apartemen banyak difungsikan warga sebagai alternatif lokasi berkegiatan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Iran mulai membuka kembali masjid-masjid untuk publik yang ingin melaksanakan sholat meskipun kasus positif Covid-19 masih tinggi.

Selain masjid, Presiden Iran Hassan Rouhani berencana akan membuk pusat perbelanjaan hingga pukul 18.00 sore waktu setempat.

"Pintu masjid-masjid di seluruh negeri akan dibuka untuk umum yang akan menunaikan sholat harian," kata Rouhani dikutip Kompas.com dari Reuters, Minggu (31/5/2020).

Menurutnya, meskipun masjid dibuka, para jamaah harus tetap memperhatikan jarak fisik dan mentaati protokol kesehatan.

Baca juga: Ini Syarat Pembukaan Kembali Rumah Ibadah

Pemerintah juga akan menindak masyarakat jika tidak mengikuti peraturan kesehatan, seperti tidak menggunakan masker menaiki bus atau kereta metro.

Kepala Gugus Tugas Covid-19 Alireza Zali mengatakan, pelonggaran pembatasan  bertahap ini harus disertai dengan kedisiplinan masyarakat yang lebih serius.

Pasalnya, berdasarkan data Kementerian Kesehatan Iran, jumlah warga yang telah terinfeksi Covid-19 tercatat mencapai 148.950 orang dan 7.734 kematian.

Iran juga disebut sebagai negara yang terkena dampak Covid-19 terburuk di Timur Tengah.

Kementerian kesehatan telah membagi negara itu ke dalam tiga wilayah putih, kuning dan merah berdasarkan jumlah kasus dan kematian.

Provinsi Khuzestan, barat daya Iran, masih diklasifikasikan sebagai "zona merah" karena jumlah infeksi dan kematian yaang tinggi.



Sumber Reuters
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X